Peneliti Mengidentifikasi Kelompok yang Berisiko Mengalami Infeksi Terobosan Covid-19

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Rabu, 05 Januari 2022 | 19:09 WIB
Peneliti Mengidentifikasi Kelompok yang Berisiko Mengalami Infeksi Terobosan Covid-19
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Sebuah studi baru-baru ini yang diunggah ke server pra-cetak medRxiv menjawab kelompok siapa saja yang berisiko tinggi mengalami infeksi terobosan Covid-19, atau infeksi yang terjadi setelah pasien divaksinasi.

Vaksin Covid-19 memang efektif mengurangi risiko rawat inap dan kematian. Namun, bukan berarti orang yang sudah divaksinasi tidak akan terinfeksi virus corona.

Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena infeksi Covid-19 kembali setelah vaksinasi.

Menurut News Medical, penelitian ini menggunakan data 126.586 penduduk Canton of Basel-City, Swiss, yang telah divaksinasi lengkap. Rerata usia pasien adalah 45 tahun.

Peserta studi telah divaksin Pfizer/BioNTech, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien Covid-19(Shutterstock)

Riset dilakukan dari 28 Desember 2020 hingga 25 Desember 2021. Selama riset, sebanyak 492 orang mengalami infeksi terobosan, yang sebagian besar adalah perempuan (52,6%).

Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang terkait dengan infeksi terobosan SARS-CoV-2 dan tingkat keparahan pada orang yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Peneliti menemukan di antara orang yang mengalami infeksi terobosan, sebanyak 5,3% peserta tidak mengalami gejala dan 91,9% mengalami gejala ringan.

Pasien yang membutuhkan rawat inap sangat sedikit, yakni 2,8% dan umumnya lebih tua daripada yang tidak memerlukan rawat inap.

baca juga

Secara keseluruhan, peneliti menemukan bahwa infeksi terobosan jarang terjadi dan secara umum menunjukkan profil ringan atau tanpa gejala.

Infeksi terobosan terjadi lebih awal setelah vaksin Covid-19 pada hampir 50% kasus dalam waktu 70 hingga 80 hari setelah vaksinasi penuh.

Infeksi terobosan juga umum terjadi pada orang yang divaksinasi dengan vaksin Pfizer, yang memiliki penyakit kronis, atau petugas kesehatan. Individu dengan riwayat Covid-19 sebelum vaksinasi berisiko rendah mengalami infeksi terobosan.

Temuan ini menggrisbawahi pentingnya memulai vaksin booster sedini mungkin untuk populasi yang berisiko tinggi terhadap infeksi terobosan, seperti petugas kesehatan dan penderita penyakit kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Makanan yang Dilarang bagi Penderita Infeksi Saluran Kencing

4 Makanan yang Dilarang bagi Penderita Infeksi Saluran Kencing

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 07:46 WIB

Anak Bungsu Fenita Arie Sakit, Ini Bedanya Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus!

Anak Bungsu Fenita Arie Sakit, Ini Bedanya Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus!

Health | Selasa, 04 Januari 2022 | 10:00 WIB

Anak Bungsu Fenita Arie Terkena Infeksi Bakteri, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Anak Bungsu Fenita Arie Terkena Infeksi Bakteri, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Health | Selasa, 04 Januari 2022 | 09:52 WIB

Terkini

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

×