Hadapi COVID-19 Varian Omicron, Lockdown Ketat Bukan Lagi Solusi Terbaik?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 06 Januari 2022 | 23:00 WIB
Hadapi COVID-19 Varian Omicron, Lockdown Ketat Bukan Lagi Solusi Terbaik?
Ilustrasi Lockdown. (Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah pakar kesehatan di Afrika Selatan menyebut lockdown alias penguncian ketat bukanlah solusi terbaik menghadapi ancaman COVID-19 varian Omicron. Apa alasannya?

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Afrika, John Nkengasong, mengatakan justru langkah terbaik menghadapi varian Omicron adalah dengan mengedepankan faktor sosial.

"Kami sangat termotivasi dengan apa yang kami lihat di Afrika Selatan selama periode ini, di mana kami melihat data dalam hal tingkat keparahan," katanya dalam sebuah konferensi pers.

"Masa-masa pemberlakuan penguncian ketat sebagai senjata berakhir. Kita harus benar-benar melihat bagaimana kita menggunakan langkah-langkah sosial dan kesehatan masyarakat yang lebih hati-hati dan seimbang seiring meningkatnya tingkat vaksinasi," terangnya lagi, dikutip dari ANTARA.

Pandemi Covid-19 di Afrika. (shutterstock)
Pandemi Covid-19 di Afrika. (shutterstock)

Afrika Selatan menghadapi lonjakan drastis infeksi COVID-19 sejak akhir November, pada waktu dunia diberikan sinyal oleh varian Omicron. Infeksi baru kemudian memuncak pada pertengahan Desember.

Akan tetapi, semenjak itu kasus baru kembali turun dan pemerintah tidak menerapkan lagi pembatasan ketat seperti pada gelombang infeksi sebelumnya.

"Jumlah infeksi meningkat tajam, tetapi juga menurun sangat, sangat drastis... Saya rasa itulah pelajarannya bahwa kita mesti belajar dari apa yang telah dilakukan negara-negara Afrika Selatan untuk menangani ini," kata Nkengasong.

Sementara itu di belahan dunia lainnya, kasus harian Covid-19 global masih mencapai 2 juta lebih. Setengah dari kasus baru tersebut hanya tersebar di Amerika Serikat yang melaporkan 704.661 kasus dan Perancis dengan rekor baru kasus harian sebanyak 332.252 kasus.

Pada situs worldometers tercatat dalam 24 jam terakhir terjadi penambahan kasus positif sebanyak 2,53 juta. Angka itu menjadi kasus harian terbanyak selama pandemi Covid-19. Di waktu yang sama, angka kematian bertambah 7.200 jiwa.

Baca Juga: Bukan Karena Pandemi, Ribuan Sekolah Di Negara Ini Ditutup Sebab Serangan Terorisme

Akibat penambahan itu, akumulasi kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 298,12 juta dengan kematian lebih dari 5,48 juta jiwa, data per Kamis (6/1) pukul 08.00 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI