RS Ungkap Bahaya Kebocoran Data Pasien, Bisa Dimanfaatkan Pihak Tak Bertanggung Jawab!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 07 Januari 2022 | 19:38 WIB
RS Ungkap Bahaya Kebocoran Data Pasien, Bisa Dimanfaatkan Pihak Tak Bertanggung Jawab!
Data kesehatan dijual (twitter.com/Dynbnyy)

Suara.com - Kabar bocornya data medis pasien Indonesia mencapai 720 GB (Gigabyte) tengah menghebohkan masyarakat Tanah Air.

Pasalnya, jika data medis ini benar dipastikan bocor, maka akibatnya bisa sangat berbahaya. Kebocoran tersebut bisa jadi ancaman bagi pasien karena rekam medisnya berpotensi disalahgunakan oleh pihak ketiga.

Diungkap Chief Operating Officer Eka Hospital drg. Rina Setiawati, data pasien bersifat sangat rahasia (confidential) dan dilindungi Undang-undang, dan hanya pihak tertentu yang berhak mengetahuinya.

"Yang boleh mengetahui data tersebut, hanya tim yang merawat pasien tersebut, dan hanya untuk kepentingan pasien tersebut," ujar drg. Rina saat ditemui suara.com di Eka Hospital BSD, Tangerang, Jumat (7/1/2021).

Ia menambahkan, apabila data medis pasien ini sampai jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab, maka berisiko terjadi tindak kejahatan pemerasan pasien, hingga penyalahgunaan data untuk disebarkan ke publik.

"Misalnya, terjadi pemerasan terhadap pasien tersebut karena datanya diketahui, kemudian ada juga disebarkan kepada publik dan sebagainya," tuturnya.

"Jadi hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi pasien tapi dimanfaatkan oleh pihak lain," sambungnya.

Di sisi lain, kata drg. Rina, rumah sakit tempatnya berkarir mengaku sudah melakukan serangkaian pengamanan data pasien. Bahkan proses pasien sekalipun yang ingin mengambil data medisnya, perlu dilakukan verifikasi ulang.

"Pasien akan diminta isi formulir yang akan diverifikasi, memang pasien tersebut adalah orang yang meminta, adalah pasien yang dimaksud. Di situ juga akan diminta menjelaskan apa kepentingan dari permintaan data tersebut," terangnya.

baca juga

Sedangkan tempat penyimpanan data digital RS Eka Hospital Group juga dilindungi sistem yang sudah diterapkan di berbagai industri seluruh dunia yaitu menggunakan SAP system.

SAP atau System Application and Processing, adalah perangkat lunak berbasis ERP atau Enterprise Resources Planning, yang sangat membantu perusahaan mengelola proses bisnis yang kompleks.

Hampir 80 persen perusahaan di dunia menggunakan sistem ini, baik industri manufacturing, jasa hingga health care industry.

"Kami membuat satu proteksi yang memang sangat kuat, sehingga data tersebut tidak dapat diambil baik melalui online maupun secara offline. Artinya, dengan ambil daya lewat USB dan sebagainya, proteksinya memang cukup kuat," tutup drg. Rina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Data Pasien Bocor Lagi, DPR: RUU PDP Perlu Ditindak Lanjut, Ahli IT Harus Dilibatkan

Cegah Data Pasien Bocor Lagi, DPR: RUU PDP Perlu Ditindak Lanjut, Ahli IT Harus Dilibatkan

News | Jum'at, 07 Januari 2022 | 18:43 WIB

Diduga Termasuk Foto Vulgar, Kebocoran Data Pasien Bisa Sangat Merugikan

Diduga Termasuk Foto Vulgar, Kebocoran Data Pasien Bisa Sangat Merugikan

Tekno | Jum'at, 07 Januari 2022 | 16:35 WIB

Kebocoran Data Pasien Rumah Sakit, Pembahasan RUU PDP Harus Dipercepat

Kebocoran Data Pasien Rumah Sakit, Pembahasan RUU PDP Harus Dipercepat

Tekno | Jum'at, 07 Januari 2022 | 15:21 WIB

Terkini

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

×