Ahli: Tak Sampai 2 Tahun, Varian Omicron Ubah 3 Gejala Utama Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 09 Januari 2022 | 15:09 WIB
Ahli: Tak Sampai 2 Tahun, Varian Omicron Ubah 3 Gejala Utama Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Seiring berjalannya waktu, para ahli telah berusaha mempelajari varian Omicron. Mereka pun menemukan bahwa varian Omicron ini lebih menular dan tidak menyebabkan penyakit parah.

Para ahli juga tahu bahwa varian Omicron ini bisa menyebabkan gejala yang berbeda dengan varian Delta, yang sempat dominan secara global dan hampir setiap minggu para ilmuwan mengidentifikasi gejala baru.

Pada varian Omicron kali ini, para ahli melalui aplikasi King's College London menemukan dua gejala varian Omicron yang cukup berbeda dan ditambahkan ke dalam daftar gejalanya.

Profesor Tim Spector, yang memimpin penelitian yang dilakukan melalui Aplikasi ZOE, mengatakan orang-orang yang terinfeksi varian Omicron lebih sering mengalami mual dan kehilangan nafsu makan.

Selain itu, Dr Sanket Jain dari Rumah Sakit Masina, mengatakan pasien dengan varian Omicron juga mengalami muntah, mual, dan kehilangan nafsu makan.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Saat penelitian pertama kali menyadari penyebaran virus corona Covid-19 melalui populasi pada tahun 2020, gejala virus corona yang harus diwaspadai adalah batuk kering, kehilangan rasa dan kehilangan penciuman.

Munculnya varian Omicron mengubah ketiga gejala virus corona Covid-19 yang sempat jadi perhatian tersebut kurang dari 2 tahun. Kini, gejala virus corona yang terdeteksi lebih menyerupai gejala pilek.

Hal ini membuat virus corona Covid-19 lebih sulit dideteksi selama musim dingin. Karena, orang-orang yang mengalami gejala ini menganggap dirinya hanya pilek sehingga tidak perlu tes Covid-19.

Situasi ini bisa memicu lonjakan kasus virus corona Covid-19. Tapi dilansir dari Express, jumlah kasus varian Omicron di Afrika Selatan yang merupakan tempat asalnya justru sudah menurun drastis.

Sementara itu, data dari surat kabar di London menemukan bahwa sekitar dua pertiga wilayah London, yang menjadi pusat wabah varian Omicron di Inggris sudah mengalami penurunan tingkat kasus virus corona.

Hal ini bisa menjadi kabar baik bagi mereka yang tinggal di ibu kota dan menunjukkan bahwa varian Omicron mungkin mencapai puncaknya sebelum penurunan bertahap.

Selain itu, temuan ini juga akan memberikan indikator ke seluruh negara tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan varian Omicron untuk mencapai puncaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Divaksin Penuh, Putri Mahkota Swedia Positif Covid-19

Sudah Divaksin Penuh, Putri Mahkota Swedia Positif Covid-19

Sumut | Minggu, 09 Januari 2022 | 12:22 WIB

Kasus COVID-19 di Spanyol Meningkat, Populasi Lansia Dalam Ancaman

Kasus COVID-19 di Spanyol Meningkat, Populasi Lansia Dalam Ancaman

Health | Sabtu, 08 Januari 2022 | 21:56 WIB

Ngeri! Pasien Rawat Inap di Amerika Serikat Diprediksi Melonjak Gara-gara Omicron

Ngeri! Pasien Rawat Inap di Amerika Serikat Diprediksi Melonjak Gara-gara Omicron

Health | Sabtu, 08 Januari 2022 | 21:20 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB