Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Jadi Momen Bersejarah, Ini Penjelasan Ilmuwan

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:07 WIB
Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Jadi Momen Bersejarah, Ini Penjelasan Ilmuwan
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Suara.com - Pertama kalinya di dunia ahli bedah berhasil melakukan transplantasi jantung babi ke manusia yang sekarat. Operasi ini menjadi momen bersejarah di dunia kedokteran. Apa alasannya?

Perlu diingat, jantung babi yang ditransplantasikan ke manusia tersebut, sudah lebih dulu dilakukan modifikasi secara genetik, yakni menghilangkan jenis gula tertentu dari sel jantung babi, agar organ tidak ditolak oleh inang atau tubuh manusia penerima organ.

Hasilnya pasien berusia 57 tahun bernama David Bennett dari Maryland itu, mampu bernapas dengan sendirinya 4 hari setelah operasi pada 7 Januari 2022 dilaksanakan.

Meskipun kondisi Bennett masih terhubung dengan mesin jantung dan paru untuk memperkuat sirkulasi darahnya.

Transplantasi jantung babi ke tubuh manusia. (Twitter/@UMmedschool)
Transplantasi jantung babi ke tubuh manusia. (Twitter/@UMmedschool)

Hari dan beberapa minggu setelah pasien sadar, jadi fase yang paling kritis lantaran akan menentukan apakah ia akan selamat dari tindakan transplantasi ini.

Perlu diketahui, operasi transplantasi dari babi ke manusia telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM AS, yakni FDA. Lantaran adanya potensi tindakan ini bisa digunakan sebagai perawatan eksperimental, yaitu tindakan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

"Ini adalah operasi terobosan dan membawa kita selangkah lebih dekat untuk memecahkan krisis kekurangan organ," kata Dr. Bartley Griffith, Direktur Program Transplantasi Jantung di UMMC dan ahli bedah yang melakukan transplantasi, dalam pernyataannya, mengutip Live Science, Selasa (11/1/2022).

Keinginan Bennett ingin hidup, jadi faktor kuat yang mendorongnya melakukan transplantasi dari jantung babi. Sehingga ia rela menempuh solusi dan harapan hidup terakhirnya.

Apalagi Bennett diketahui tidak masuk sebagai kriteria penerima donor jantung, belum lagi jikapun masuk kriteria ia dihadapkan pada antrean panjang daftar tunggu organ donor jantung.

"Saya ingin hidup. Saya tahu ini ibarat menembak dalam kegelapan tapi itu pilihan terakhir saya. Saya berharap untuk bangun dari tempat tidur setelah saya sembuh," ungkap Bennett.

baca juga

Para dokter yang terlibat dalam transplantasi melakukannya dengan sangat hati-hati, tetapi mereka optimis tentang potensi penyelamatan hidup dari prosedur tersebut.

Menurut United Network for Organ Sharing yang mengawasi jaringan transplantasi organ di Amerika Serikat, ada lebih dari 3.800 transplantasi jantung di negara itu tahun lalu, dan ini sebuah rekor.

Sedangkan ada lebih dari 100.000 orang di AS saat ini sedang menunggu transplantasi organ, dan lebih dari 6.000 orang meninggal setiap tahun sebelum mendapatkan donor, menurut situs web organdonor.gov pemerintah federal.

Namun, jika metode modifikasi genetik hewan donor terbukti berhasil dalam jangka panjang, prosedur tersebut mungkin menjadi pilihan bagi banyak pasien lain yang menunggu transplantasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik

Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 13:01 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:55 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

Aksi di Jantung Ibu Kota, Mahasiswa Desak Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat

Aksi di Jantung Ibu Kota, Mahasiswa Desak Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat

Foto | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:13 WIB

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:00 WIB

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:00 WIB

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×