- RSCM sukses memasang implan pompa jantung LVAD pertama di Asia Tenggara pada seorang penjual nasi uduk.
- Tindakan medis senilai dua miliar rupiah tersebut berhasil mengatasi gagal jantung stadium lanjut yang diderita pasien.
- Operasi yang dipimpin tim dokter RSCM pada Agustus 2026 ini membuat pasien cepat pulih di rumah sakit.
Suara.com - Indonesia jadi negara pertama di Asia Tenggara yang sukses memasang Left Ventricular Assist Device (LVAD) alias implan pompa jantung seberat 90 gram yang ditanam ke dada untuk atasi gagal jantung.
Tindakan ini dilakukan langsung di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSUPN RSCM) bekerja sama dengan HeartSpan.ai, terhadap seorang perempuan 45 tahun yang berprofesi sebagai penjual nasi uduk.
Pasien perempuan ini alami gagal jantung stadium lanjut, dengan kemampuan memompa darah pada bilik kiri bawah jantung hanya sebesar 14 persen. Kondisi ini membuatnya sering sesak napas hingga alami gagal jantung berulang.
Padahal ia adalah ibu dari dua anak yang masih memerlukan biaya pendidikan. Namun terus-terusan bolak-balik ke RSCM karena alami gagal jantung.
Hasilnya diputuskan, ibu tersebut menjadi pasien yang dipilih mendapat donasi implan pompa jantung mekanik seharga Rp2 miliar, lengkap dengan tindakan hingga perawatan di fasilitas kesehatan.

"Ini hari ke-4 pascaoperasi, alhamdulillah, pasien kurang dari 24 jam sudah lepas ventilator, dan kemarin sampai hari ini sudah mulai latihan duduk, untuk dietnya dari awal diet cair kini pasien sudah dadah-dadah (dari tempat tidur). Tapi kita harus monitoring beberapa risiko pascaoperasi yang terjadi secara teori," ujar Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, dr. Birry Karim saat konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
Dalam prosesnya, operasi pemasangan implan pompa jantung ini memakan waktu dua jam. Ditambah prosedurnya tidaklah sederhana, karena tim kardiovaskular RSCM menyelesaikan pelatihan klinis intensif pusat kardiovaskular terbesar di dunia yakni Fuwai Hospital, Beijing.
Founder HeartSpan.ai sekaligus Chairman Borderless Healthcare Group (BHG), dr. Wei Siang Yu selaku pemberi donasi LVAD atau implan pompa jantung ini mengatakan, keberhasilan operasi tidak hanya membantu satu pasien, tapi diharapkan membuat Indonesia punya kapabilitas lebih dalam menangani gagal jantung stadium lanjut.
"Sebagai implantasi pertama yang berhasil di Asia Tenggara menggunakan alat bantu jantung buatan terkecil dan teringan di dunia, pencapaian ini jauh melampaui tonggak klinis. Ini menandai dimulainya era baru dalam layanan kardiovaskular di Indonesia," ungkap dr. Wei.
Ahli Bedah Kardiovaskular dan Toraks Utama RSCM, Dr. dr. M. Arza Putra yang memimpin operasi menjelaskan cara kerja implan pompa jantung LVAD ini yaitu menyedot dan memompa bilik kiri jantung yang disambungkan dengan pembuluh darah besar atau aorta.

Selanjutnya mesin mekanik ini akan membantu menambah jumlah darah yang dipompa jadi lebih besar.
"Sehingga jantung sebelah kirinya terbantu. Sebagian besar sekarang darah dipompa oleh mesin jantung ini. Setelah itu kita lepas dari mesin paru-jantung, dan pasien kita transfer ke ICU dan alhamdulillah keesokan harinya pasien sudah bisa lepas dari alat bantu napas tanpa sama sekali membutuhkan mechanical assist yang lain," jelas Dr. Arza.
Adapun gagal jantung merupakan kondisi serius yang dapat berkembang ke tahap lanjut pada sebagian pasien.
Sedangkan gagal jantung stadium lanjut sering juga disebut tahap D atau bahkan stadium akhir, yaitu kondisi parah saat jantung sangat lemah dan gagal memompa darah dengan baik. Kondisi ini ditandai gejala berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan rawat inap berulang meski terapi sudah dioptimalkan.