Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk
Ahli Bedah Kardiovaskular dan Toraks Utama RSCM, Dr. dr. M. Arza Putra saat konferensi pers, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
baca 10 detik
  • RSCM sukses memasang implan pompa jantung LVAD pertama di Asia Tenggara pada seorang penjual nasi uduk.
  • Tindakan medis senilai dua miliar rupiah tersebut berhasil mengatasi gagal jantung stadium lanjut yang diderita pasien.
  • Operasi yang dipimpin tim dokter RSCM pada Agustus 2026 ini membuat pasien cepat pulih di rumah sakit.

Suara.com - Indonesia jadi negara pertama di Asia Tenggara yang sukses memasang Left Ventricular Assist Device (LVAD) alias implan pompa jantung seberat 90 gram yang ditanam ke dada untuk atasi gagal jantung.

Tindakan ini dilakukan langsung di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSUPN RSCM) bekerja sama dengan HeartSpan.ai, terhadap seorang perempuan 45 tahun yang berprofesi sebagai penjual nasi uduk.

Pasien perempuan ini alami gagal jantung stadium lanjut, dengan kemampuan memompa darah pada bilik kiri bawah jantung hanya sebesar 14 persen. Kondisi ini membuatnya sering sesak napas hingga alami gagal jantung berulang.

Padahal ia adalah ibu dari dua anak yang masih memerlukan biaya pendidikan. Namun terus-terusan bolak-balik ke RSCM karena alami gagal jantung.

Hasilnya diputuskan, ibu tersebut menjadi pasien yang dipilih mendapat donasi implan pompa jantung mekanik seharga Rp2 miliar, lengkap dengan tindakan hingga perawatan di fasilitas kesehatan.

Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, dr. Birry Karim saat konferensi pers, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, dr. Birry Karim saat konferensi pers, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Ini hari ke-4 pascaoperasi, alhamdulillah, pasien kurang dari 24 jam sudah lepas ventilator, dan kemarin sampai hari ini sudah mulai latihan duduk, untuk dietnya dari awal diet cair kini pasien sudah dadah-dadah (dari tempat tidur). Tapi kita harus monitoring beberapa risiko pascaoperasi yang terjadi secara teori," ujar Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, dr. Birry Karim saat konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Dalam prosesnya, operasi pemasangan implan pompa jantung ini memakan waktu dua jam. Ditambah prosedurnya tidaklah sederhana, karena tim kardiovaskular RSCM menyelesaikan pelatihan klinis intensif pusat kardiovaskular terbesar di dunia yakni Fuwai Hospital, Beijing.

Founder HeartSpan.ai sekaligus Chairman Borderless Healthcare Group (BHG), dr. Wei Siang Yu selaku pemberi donasi LVAD atau implan pompa jantung ini mengatakan, keberhasilan operasi tidak hanya membantu satu pasien, tapi diharapkan membuat Indonesia punya kapabilitas lebih dalam menangani gagal jantung stadium lanjut.

"Sebagai implantasi pertama yang berhasil di Asia Tenggara menggunakan alat bantu jantung buatan terkecil dan teringan di dunia, pencapaian ini jauh melampaui tonggak klinis. Ini menandai dimulainya era baru dalam layanan kardiovaskular di Indonesia," ungkap dr. Wei.

baca juga

Ahli Bedah Kardiovaskular dan Toraks Utama RSCM, Dr. dr. M. Arza Putra yang memimpin operasi menjelaskan cara kerja implan pompa jantung LVAD ini yaitu menyedot dan memompa bilik kiri jantung yang disambungkan dengan pembuluh darah besar atau aorta.

Left Ventricular Assist Device (LVAD) alias implan pompa jantung terkecil dunia. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Left Ventricular Assist Device (LVAD) alias implan pompa jantung terkecil dunia. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Selanjutnya mesin mekanik ini akan membantu menambah jumlah darah yang dipompa jadi lebih besar.

"Sehingga jantung sebelah kirinya terbantu. Sebagian besar sekarang darah dipompa oleh mesin jantung ini. Setelah itu kita lepas dari mesin paru-jantung, dan pasien kita transfer ke ICU dan alhamdulillah keesokan harinya pasien sudah bisa lepas dari alat bantu napas tanpa sama sekali membutuhkan mechanical assist yang lain," jelas Dr. Arza.

Adapun gagal jantung merupakan kondisi serius yang dapat berkembang ke tahap lanjut pada sebagian pasien.

Sedangkan gagal jantung stadium lanjut sering juga disebut tahap D atau bahkan stadium akhir, yaitu kondisi parah saat jantung sangat lemah dan gagal memompa darah dengan baik. Kondisi ini ditandai gejala berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan rawat inap berulang meski terapi sudah dioptimalkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Jantung Masih Jadi Tantangan Kesehatan di Indonesia, Dokter Ungkap Terobosan Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

Gagal Jantung Masih Jadi Tantangan Kesehatan di Indonesia, Dokter Ungkap Terobosan Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

Health | Rabu, 11 Desember 2024 | 17:03 WIB

Richard Lee Kecam Penanganan Zhang Zhi Jie Sebelum Meninggal: Harusnya Bisa Diselamatkan

Richard Lee Kecam Penanganan Zhang Zhi Jie Sebelum Meninggal: Harusnya Bisa Diselamatkan

Entertainment | Selasa, 02 Juli 2024 | 14:24 WIB

Mengenal Pompa LVAD, Prosedur Khusus Untuk Membantu Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung

Mengenal Pompa LVAD, Prosedur Khusus Untuk Membantu Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung

Health | Jum'at, 10 Mei 2024 | 17:25 WIB

Terkini

26.386 Personel Gabungan Disiapkan Kawal 99 Kegiatan di Jakarta Hari Ini

26.386 Personel Gabungan Disiapkan Kawal 99 Kegiatan di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:08 WIB

Kata-kata Jujur Oxford United Ikhlaskan Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta

Kata-kata Jujur Oxford United Ikhlaskan Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 10:07 WIB

Muzakki Resmi Dicopot Usai Mundur: Menag Tunjuk Prof Amien Suyitno Jadi Plt Rektor UINSA

Muzakki Resmi Dicopot Usai Mundur: Menag Tunjuk Prof Amien Suyitno Jadi Plt Rektor UINSA

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 10:06 WIB

Review Time To Hunt: Keinginan untuk Kabur yang Membawa Kita Pada Perburuan

Review Time To Hunt: Keinginan untuk Kabur yang Membawa Kita Pada Perburuan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Kembali ke Indonesia, Marselino Ferdinan Ungkap Target Besarnya Bersama Persija

Kembali ke Indonesia, Marselino Ferdinan Ungkap Target Besarnya Bersama Persija

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 09:58 WIB

Kekerasan Seksual Santriwati di Lombok Tengah, DPR Wanti-wanti Polisi: Jangan Lindungi Pelaku

Kekerasan Seksual Santriwati di Lombok Tengah, DPR Wanti-wanti Polisi: Jangan Lindungi Pelaku

Bali | Kamis, 24 September 2026 | 09:50 WIB

Logo Sudah Dirilis, Narnia: The Magician's Nephew akan Tayang Februari 2027

Logo Sudah Dirilis, Narnia: The Magician's Nephew akan Tayang Februari 2027

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 09:50 WIB

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Lumbung Pangan Indonesia

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Lumbung Pangan Indonesia

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 09:49 WIB

Kamar Mewah Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Benarkah Ferdy Sambo Pernah Menghuninya?

Kamar Mewah Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Benarkah Ferdy Sambo Pernah Menghuninya?

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:43 WIB

Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa dan Polisi, Kejati Sulut Bongkar Fakta Sebenarnya

Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa dan Polisi, Kejati Sulut Bongkar Fakta Sebenarnya

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:42 WIB

×