Hits Health: Mata Silinder Sulit Menyetir di Malam Hari, Gelombang Varian Omicron di Australia

Vania Rossa

Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:26 WIB
Hits Health: Mata Silinder Sulit Menyetir di Malam Hari, Gelombang Varian Omicron di Australia
Ilustrasi menyetir mobil saat malam hari. [Takahiro Sakamoto/Unsplash]

Suara.com - Gangguan mata astigmatisma atau juga dikenal sebagai mata silinder adalah salah satu gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa mata. Penderita mata silinder umumnya akan mengalami kesulitan melihat di malam hari. Otomatis, mereka juga akan kesulitan menyetir di malam hari. Apa sebabnya?

Australia diprediksi akan mendekati puncak gelombang virus corona varian Omicron setelah lebih dari 100.000 kasus dilaporkan dalam empat hari berturut-turut. Penasehat pemerintah bahkan menyebut masih akan ada sejumlah besar kasus yang didiagnosis  selama beberapa minggu ke depan.

Selengkapnya, baca melalui tautan di bawah ini!

1. Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari

Ilustrasi menyetir di malam hari. (Unsplash)
Ilustrasi menyetir di malam hari. (Unsplash)

Gangguan mata astigmatisma atau juga dikenal sebagai mata silinder adalah salah satu gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa mata. Dalam hal ini, cahaya yang masuk tidak terbiaskan secara sempurna sehingga gambar yang dihasilkan menjadi tidak fokus atau miring.

Penderita mata silinder umumnya akan mengalami kesulitan melihat di malam hari. Otomatis, mereka juga akan kesulitan menyetir di malam hari. Hal ini karena mata silinder dapat menyebabkan kelainan refraksi, yaitu saat bentuk mata tidak bisa membelokan cahaya dengan benar, sehingga penglihatan menjadi kabur.

Baca selengkapnya

2. Gelombang Varian Omicron di Australia, Ada Lebih dari 100.000 Kasus dalam Empat Hari

Gelombang Varian Omicron  (Envato)
Gelombang Varian Omicron (Envato)

Australia diprediksi akan mendekati puncak gelombang virus corona varian Omicron setelah lebih dari 100.000 kasus dilaporkan dalam empat hari berturut-turut.

baca juga

"Kita belum melalui puncaknya dan saya pikir masih akan ada sejumlah besar kasus yang didiagnosis di Australia selama beberapa minggu ke depan," kata penasihat utama pemerintah Australia untuk bidang kesehatan, Paul Kelly, merujuk pada wabah Omicron.

Baca selengkapnya

3. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Pastikan Obat Covid-19 Molnupiravir Sudah Masuk dalam Paket Obat Isolasi

Obat Covid-19, Molnupiravir dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck & Co. Obat ini telah diizinkan untuk digunakan di Inggris. [AFP/Merck]
Obat Covid-19, Molnupiravir dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck & Co. Obat ini telah diizinkan untuk digunakan di Inggris. [AFP/Merck]

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan obat Covid-19 Molnupiravir sudah masuk dalam paket obat isolasi pasien Covid-19 gejala ringan hingga sedang.

Menkes Budi juga mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan lima organisasi profesi, yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Baca selengkapnya

4. Studi: Ibu Hamil yang Tidak Divaksin Covid-19 Lebih Berisiko Alami Komplikasi

Ilustrasi Ibu Hamil yang Tidak Divaksin Covid-19. (pixbay)
Ilustrasi Ibu Hamil yang Tidak Divaksin Covid-19. (pixbay)

Vaksin Covid-19 dinyatakan aman bahkan bagi ibu hamil sekalipun. Namun, masih banyak ibu hamil yang belum mendapatkan perlindungan tersebut. Padahal, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di majalah Nature Medicine, ibu hamil yang tidak divaksin lebih berisiko alami komplikasi apabila terinfeksi Covid-19.

"Covid-19 pada kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi tertentu kehamilan preeklamsia, lahir prematur, dan lahir meninggal," menurut majalah itu.

Baca selengkapnya

5. Keringat Ekstrem Saat Malam Jadi Gejala Baru Varian Omicron

Ilustrasi  keringat ekstrem saat malam. (Shutterstock)
Ilustrasi keringat ekstrem saat malam. (Shutterstock)

Peneliti menemukan gejala baru terkait infeksi Covid-19 varian omicron. Dokter mengatakan sebagian orang yang terinfeksi omicron mengalami keringat ekstrem setiap malam. Kondisi itu bisa sampai membuat penderitanya mengalami gangguan tidur.

Menurut Mayo Clinic, keringat malam akibat gejala Covid-19 berupa keringat ekstrem hingga membasahi pakaian tidur. Gejala itu kemungkinan terkait dengan kondisi medis atau penyakit yang menyertai pasien.

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Varian Omicron di Australia, Ada Lebih dari 100.000 Kasus dalam Empat Hari

Gelombang Varian Omicron di Australia, Ada Lebih dari 100.000 Kasus dalam Empat Hari

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:48 WIB

Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari

Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:17 WIB

Omicron Menular Dengan Cepat, IDI Minta Pemerintah Mulai Atur Kembali Level PPKM

Omicron Menular Dengan Cepat, IDI Minta Pemerintah Mulai Atur Kembali Level PPKM

News | Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:17 WIB

Terkini

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Berapa Batas Usia CPNS 2026? Siap-siap Ada Aturan Baru Soal Batasan Umur

Berapa Batas Usia CPNS 2026? Siap-siap Ada Aturan Baru Soal Batasan Umur

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:03 WIB

BSU 2026 Cair November-Desember, Ini Cara Cek Informasi dan Syarat Penerimanya

BSU 2026 Cair November-Desember, Ini Cara Cek Informasi dan Syarat Penerimanya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:00 WIB

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:46 WIB

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:44 WIB

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:38 WIB

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

×