facebook

Live Streaming Operasi Bedah dan Tunjukkan Kemaluan Pasien, Dokter di China Ditangkap Polisi!

M. Reza Sulaiman
Live Streaming Operasi Bedah dan Tunjukkan Kemaluan Pasien, Dokter di China Ditangkap Polisi!
Ilustrasi operasi bedah. (Pixabay)

Seorang dokter harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah kedapatan melakukan live streaming operasi bedah. Peristiwa ini viral di media sosial China.

Suara.com - Seorang dokter harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah kedapatan melakukan live streaming operasi bedah. Peristiwa ini viral di media sosial China.

Akun dokter yang berjenis kelamin lelaki digunakan untuk melansirkan video operasi bedah melalui platform Bilibili itu juga telah diblokir secara permanen.

Peristiwa tersebut viral di China sejak Selasa (18/1) malam setelah seorang warganet menonton video tindakan medis pada kemaluan seorang pasien perempuan.

Mengutip ANTARA, dalam video tersebut terekam percakapan seorang pria ahli anestesi selama operasi ginokologi berlangsung.

Baca Juga: Dokter: Asap Rokok Ganggu Penyerapan Gizi, Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi dokter.[Unsplash/Online Marketing]
Ilustrasi dokter.[Unsplash/Online Marketing]

"Seorang dokter perempuan memberitahu pasiennya bahwa pria tadi adalah ahli anestesinya. Namun pasien perempuan malang itu tidak menyadari bahwa bagian pribadinya disiarkan secara langsung. Dokter rekan ahli anestesi juga tidak menghentikan ulah temannya itu," kata netizen yang memviralkan video itu.

Setelah melakukan pemblokiran akun, Bilibili melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dan menyanggupi kerja sama dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kepolisian Kota Rizhao, Provinsi Shandong, langsung menangkap dokter anestesi bermarga Li untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ini bukan pertama kalinya dokter di China harus berhadapan dengan polisi. Pada tahun 2019 lalu, He Jiankui, dokter yang ciptakan bayi hasil rekayasa genetika pertama di dunia tekah divonis dengan hukuman penjara selama tiga tahun oleh sebuah pengadilan China.

He Jiankui pada November 2018 mengaku memanfaatkan teknologi penyuntingan gen bernama Crispr-Cas9 untuk mengubah gen dua anak kembar, ketika mereka masih berbentuk janin.

Baca Juga: Cowok Diseret Pacar ke Dokter THT, Gegara Selalu Jawab 'Hah' Setiap Diajak Ngobrol

Karena aksinya itu, He Jiankui dinilai lancang oleh komunitas ilmuwan di dunia dan China. Ia dinilai melanggar etika dalam riset berani dan pertama di dunia tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar