facebook

Berisiko Picu Infeksi Mematikan, Segera Hentikan Kebiasaan Menggigit Kuku!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Berisiko Picu Infeksi Mematikan, Segera Hentikan Kebiasaan Menggigit Kuku!
Ilustrasi menggigit kuku. (sumber: Shutterstock)

Kebiasaan menggigit kuku disebut bisa memicu infeksi mematikan karena perpindahan bakteri pada kuku.

Suara.com - Anda mungkin punya kebiasaan menggigit kuku karena berbagai alasan. Sayangnya, kebiasaan buruk ini bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Dr Khaled Kasem mengatakan, menggigit kuku bisa memicu masalah kesehatan serius. Itu karena kuman bisa berpindah dari kuku tangan ke mulut sehingga berisiko menyebabkan infeksi mulut. Bahkan, kebiasaan menggigit kuku bisa membuat bakteri yang berpotensi mematikan masuk ke dalam tubuh.

Sang dokter juga menyarankan orang-orang untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku dengan kebiasaan yang tidak berbahaya, seperti mengikat gelang di pergelangan tangan Anda.

"Ada juga cara lain untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku, seperti menggunakan cat kuku yang terasa pahit sehingga bisa membuat Anda menghindari menggigit kuku," kata Dr Kasem, dikutip dari Express.

Baca Juga: Temuan Baru, Varian Omicron Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Anda juga bisa menjaga kuku tetap pendek untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku. Selain itu, Anda perlu mengidentifikasi pemicu yang menyebabkan Anda menggigit kuku.

Ilustrasi menggigit kuku. (Pexels)
Ilustrasi menggigit kuku. (Pexels)

Menggigit kuku bisa menandakan pikiran stres seseorang. namun, menggertakkan gigi yang juga dikenal sebagai bruxism pun dapat menandakan stres.

"Kebanyakan orang tidak akan menyadari bahwa mereka melakukannya," kata Dr Kasem.

Bruxism sering terjadi dalam semalam ketika seluruh tubuh sedang rileks dan tidur. Hal ini dapat menyebabkan gejala yang menyedihkan.

"Mereka yang sering mengatupkan dan terlalu banyak menekan gigi mereka dapat mengembangkan gangguan rahang yang parah," ujar Dr Kasem menerangkan.

Baca Juga: Diduga Keturunan Varian Omicron, Ahli Selidiki Varian Baru Virus Corona Covid-19

Tanda-tanda lain termasuk sakit kepala, gigi rusak yang terkelupas atau tepinya rata, dan sakit telinga yang terus menerus.

Bruxism juga dapat menyebabkan nyeri wajah yang tidak dapat dijelaskan. Perasaan stres pun bisa menyebabkan mulut kering yang dikenal sebagai xerostomia.

Mulut kering terjadi ketika Anda gagal menghasilkan air liur yang cukup. Stres, kecemasan, dan depresi terbukti menurunkan produksi air liur.

"Hal ini mungkin membuat mulut Anda terasa kering dan gatal, terutama di malam hari," jelasnya.

Dr Kasem lalu merekomendasikan minum banyak air untuk mengatasi mulut kering. Selain itu, ia merekomendasikan penggunaan obat kumur yang tidak mengandung alkohol.

"Jika xerostomia Anda terjadi di luar periode stres, pastikan untuk konsultasi dengan dokter gigi Anda agar mendapatkan solusi terbaik," sarannya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar