facebook

WHO: Usai Omicron Ada Kemungkinan Pandemi Covid-19 di Eropa Akan Berakhir

Bimo Aria Fundrika
WHO: Usai Omicron Ada Kemungkinan Pandemi Covid-19 di Eropa Akan Berakhir
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

"Kami mengantisipasi akan ada masa tenang sebelum Covid-19 kembali menjelang akhir tahun, tetapi belum tentu pandemi kembali," kata Kluge.

Suara.com - Varian Omicron telah memindahkan pandemi Covid-19 ke fase baru dan dapat membuatnya berakhir di Eropa, kata direktur WHO Eropa, Minggu.

"Masuk akal bahwa kawasan itu bergerak menuju semacam akhir pandemi," kata Hans Kluge dikutip dari France 24. 

Ia menjelaskan bahwa saat gelombang omicron yang melanda Eropa saat ini mereda, akan ada beberapa minggu dan bulan kekebalan global, baik berkat vaksin atau karena orang memiliki kekebalan karena infeksi. 

"Kami mengantisipasi akan ada masa tenang sebelum Covid-19 kembali menjelang akhir tahun, tetapi belum tentu pandemi kembali," kata Kluge.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Penurunan Kasus Positif Terjadi di Eropa dan Afrika, Bagaimana Asia?

Ilmuwan top AS Anthony Fauci menyatakan optimisme serupa pada hari Minggu, mengatakan kepada acara bincang-bincang ABC News "This Week" bahwa dengan kasus Covid-19 turun "agak tajam" di beberapa bagian Amerika Serikat, "segalanya terlihat baik".

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Sambil memperingatkan agar tidak terlalu percaya diri, dia mengatakan bahwa jika ada penurunan baru-baru ini dalam jumlah kasus di daerah-daerah seperti timur laut AS berlanjut.

"Saya yakin Anda akan mulai melihat perubahan haluan di seluruh negeri".

Kantor regional WHO untuk Afrika juga mengatakan pekan lalu bahwa kasus Covid telah turun drastis di wilayah itu dan kematian menurun untuk pertama kalinya sejak gelombang keempat virus yang didominasi Omikron mencapai puncaknya.

Varian lain masih bisa muncul

Baca Juga: Mulai Muncul di Inggris, Peneliti Amati Perkembangan Sub-varian Virus Corona Omicron BA.2

Varian Omicron, yang menurut penelitian lebih menular daripada Delta tetapi umumnya menyebabkan infeksi yang tidak terlalu parah di antara orang yang divaksinasi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar