Peneliti Menemukan Molekul yang Mengaitkan antara Mikrobioma di Usus dengan Obesitas

Selasa, 08 Februari 2022 | 07:15 WIB
Peneliti Menemukan Molekul yang Mengaitkan antara Mikrobioma di Usus dengan Obesitas
Ilustrasi obesitas. [unsplash]

Suara.com - Obesitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti interaksi antar gen, lingkungan, pola makan, serta komposisi mikrobioma atau mikroba di usus.

Untuk memahami keterkaitan obesitas dengan mikrobioma, peneliti medis telah menemukan sebuah molekul yang menghubungkan mikrobioma dengan kadar lemak di tubuh.

Peneliti mendeteksi menggunakan kultur sel bahwa melekul yang disebut delta-valerobetaine dapat menurunkan kadar karnitin.

Sementara peran karnitin di tubuh adalah untuk mengangkut molekul lemak panjang ke dalam mitokondria atau sel pembangkit tenaga, di mana lemak dipecah dan digunakan sebagai energi.

Ketika tikus dengan delta-valerobetaine diberi makan makanan berlemak, tubuh tidak dapat memecahnya secara efisien tanpa kartinin yang cukup.

Ilustrasi anak obesitas. (Elements Envato)
Ilustrasi anak obesitas. (Elements Envato)

Tikus menjadi bertambah berat dan mengumpulkan lebih banyak lemak di hati mereka, lapor Science Alert.

Meski para peneliti tidak dapat secara langsung menunjukkan mekanisme ini pada manusia, korelasi antara tingkat delta-valerobetaine, karnitin, dan tingkat lemak tubuh semuanya cocok.

Ahli patologi Universitas Emory Andrew Neish menjelaskan bahwa beberapa jenis mikroba kemungkinan menghasilkan lebih banyak delta-valerobetaine.

Itu akan menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi komposisi mikrobioma, mulai dari makanan hingga dengan siapa kita tinggal dan obat yang diminum serta mengubah bagaimana mikrobioma memengaruhi berat badan.

Baca Juga: NASA Deteksi Mikroba Tak Dikenal di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Dalam tinjauan studi yang menyertainya, ahli gizi Universitas Vanderbilt Jane Ferguson menunjukkan bahwa delta-valerobetaine juga ada dalam makanan umum, termasuk daging dan susu.

"Jenis informasi ini berpotensi membantu seseorang mengembangkan strategi yang dipersonalisasi untuk menurunkan berat badan. Tapi ada banyak hal yang perlu kita pahami secara lebih baik tentang bagaimana delta-valerobetaine berfungsi," kata pemimpin penelitian dan ahli biologi molekuler Ken Liu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI