Bisa Turunkan Angka Kesembuhan, Ini Penyebab Kelelahan Berat pada Pasien Kanker

Vania Rossa

Senin, 21 Februari 2022 | 07:48 WIB
Bisa Turunkan Angka Kesembuhan, Ini Penyebab Kelelahan Berat pada Pasien Kanker
Ilustrasi Anak Lelah. (Pexels)

Suara.com - Kanker tak hanya menggerogoti fisik, tetapi juga mental seseorang. Pengalaman fisik, emosi, dan kognitif yang dialami pasien kanker - khususnya pasien kanker anak - bisa menyebabkan kelelahan berat atau fatigue, dan menyebabkan stres.

Namun, kelelahan berat ini sebenarnya bisa dikurangi, salah satunya meminta pasien melakukan aktivitas fisik, baik di rumah sakit maupun saat berada di rumah.

Mengutip dari Antara, menurut Pengurus Pusat Ikatan Perawat Anak Indonesia (IPANI) Dr. Allenidekania, S.Kp, M.Sc, aktivitas fisik dapat menurunkan fatigue, inflamasi, meningkatkan kekuatan dan massa otot, serta meningkatkan kemampuan fungsi dan kesehatan mental. Bentuk aktivitas yang disarankan beragam seperti olahraga ringan, senam, yoga, perawatan diri, bersepeda, berenang atau hobi lain.

Yoga membantu menurunkan kecemasan dan kelelahan. Meditasi sebagai salah satu karakteristik yoga berupa gerakan yang lembut dan tenang, ternyata bisa mengurangi kelelahan. Selain itu, olahraga aerobik juga dapat meningkatkan kebugaran fisik dan menurunkan kelelahan.

"Bergerak meningkatkan peredaran darah. Riset mahasiswa di Universitas Indonesia, anak yang lebih aktif cenderung tidak fatigue dan korelasinya cukup tinggi," kata Allenidekania yang juga menjadi pengajar di Departemen Keperawatan Anak Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia itu dalam sebuah webinar kesehatan, Sabtu (19/2/2022).

Fatigue umumnya tak terlihat secara fisik, tetapi dapat diamati dari aktivitas, kemampuan mental, motivasi, dan gairah hidup pasien. Anak-anak yang mengalami fatigue ketika ditanya biasanya menjawab, "Tidak dapat melakukan seperti dulu lagi", "Saya merasa beda", "Tidak mampu melakukan aktivitas rutin", "Butuh banyak istirahat atau tidur", atau "Merasa sedih, merasa bersalah".

Pada anak yang sudah dalam kondisi fatigue moderate, untuk melakukan pekerjaan ringan saja sudah mengeluarkan banyak keringat dan membutuhkan oksigen yang besar, dan terengah-engah. Sementara pada anak yang sudah merasa sangat lemah, biasanya akan lebih banyak berbaring, tidak pindah-pindah, atau cenderung melakukan aktivitas sedentari.

Riset menunjukkan, prevalensi fatigue pada anak dengan kanker rerata di atas 40 persen. Sebuah studi menunjukkan anak-anak dan remaja di Amerika dengan kanker 45 persennya mengalami masalah tidur, 50-70 persen mengalami fatigue. Sementara di Indonesia, sekitar 44,2-85 persen anak dilaporkan terkena kondisi fatigue.

Penyebab fatigue pada pasien kanker anak adalah multifaktor, antara lain akibat penyakit kanker itu sendiri, terapi anti-kanker seperti kemoterapi, radioterapi, pembedahan, penyakit komorbid termasuk obesitas, dan kondisi psikologis anak.

baca juga

Pasien yang mendapatkan perawatan terapi lebih dari tiga hari dilaporkan mengalami fatigue empat kali lipat. Hal ini karena efek kemoterapi sangat masif.

Teori meyakini fatigue bisa terjadi sebelum terapi. Ini menjadi reaksi inflamasi dari pertumbuhan sel kanker sehingga terbentuk sitokin sebagai respon inflamasi yang ditandai peningkatan IL-6 dan TNF-apha.

Namun, fatigue juga bisa terjadi selama terapi, terlihat dari efek kemoterapi, radioterapi yang meningkatkan produksi sitokin sebagai respons kerusakan jaringan dari kemoterapi dan radioterapi.

Dan menurut Allenidekania, fatigue bisa menjadi prediktor rendahnya angka survival pada pasien kanker, yang ditandai dengan cepatnya pasien masuk ke kondisi paliatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Samping Kemoterapi Bisa Diminimalisir, Dokter Sebut Pasien Tak Perlu Takut Berobat Kanker

Efek Samping Kemoterapi Bisa Diminimalisir, Dokter Sebut Pasien Tak Perlu Takut Berobat Kanker

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 00:05 WIB

Dua Gejala Paling Umum dari Infeksi Sub-Varian Omicron, Bukan Lagi Batuk!

Dua Gejala Paling Umum dari Infeksi Sub-Varian Omicron, Bukan Lagi Batuk!

Health | Minggu, 20 Februari 2022 | 17:07 WIB

Gejala Kanker, Sensasi Saat Bangun Pagi Hari Ini Bisa Jadi Tanda Awalnya!

Gejala Kanker, Sensasi Saat Bangun Pagi Hari Ini Bisa Jadi Tanda Awalnya!

Health | Minggu, 20 Februari 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×