facebook

Mengkhawatirkan, Inilah Risiko Buruk Saat Virus Corona Menulari Hewan dan Kembali ke Manusia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Mengkhawatirkan, Inilah Risiko Buruk Saat Virus Corona Menulari Hewan dan Kembali ke Manusia
Ilustrasi tikus. [Pixabay]

Hewan yang terinfeksi dan tidak tampak sakit masih bisa menularkan virus ke hewan yang lainnya dan berpotensi kembali ke manusia.

Suara.com - Sudah cukup banyak laporan yang menunjukkan bahwa virus corona dapat menginfeksi hewan, seperti harimau, singa, musang, hingga cepelai.

Pada Februari 2022, para peneliti dan laboratorium diagnostik veteriner mengonfirmasi bahwa ada 31 spesies rentan terhadap SARS-CoV-2.

Selain hewan peliharaan dan kebun binatang, peneliti telah menemukan sejumlah primata bukan manusia, seperti musang, tikus rusa, hyena, tikus kayu, sigung belang dan rubah merah, juga termasuk di antara hewan rentan terhadap infeksi virus corona.

Sementara rusa ekor dan cerpelai adalah dua spesies hewan yang ditemukan menyimpan virus di alam liar, lapor The Conversatoin.

Baca Juga: Ulasan Buku Anjing Hitam yang Mengingatkan Seorang Syekh: Memberi Makan Hewan Termasuk Sedekah

Sebagian besar hewan tampaknya tidak mengalami penyakit klinis seperti yang dialami manusia, kecuali cerpelai.

Namun, hewan yang terinfeksi dan tidak tampak sakit masih bisa menularkan virus ke hewan yang lainnya dan berpotensi kembali ke manusia.

Meski begitu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang hewan apa saja yang dapat tertular virus dan apa artinya bagi manusia.

Ilustrasi cerpelai bisa menularkan virus Corona. (Shutterstock)
Ilustrasi cerpelai bisa menularkan virus Corona. (Shutterstock)

Risiko virus corona yang melompati spesies

Risiko tertular virus corona dari hewan memang lebih rendah daripada terpapar dari manusia lain. Tetapi apabila virus yang sudah menginfeksi hewan ini kembali menulari manusia, yang prosesnya disebut spillover dan spillback, dapat menimbulkan ancaman tersediri.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Mata Hewan Mana yang Kamu Sukai? Bisa Prediksi Kesulitan di Masa Depan

Hewan yang terinfeksi dapat menjadi reservoir virus yang bisa memicu mutasi baru virus corona. Semakin banyak spesies yang terinfeksi, semakin banyak mutasi yang terjadi.

Virus beradaptasi dengan karakteristik inangnya, seperti suhu tubuh, pola makan, dan sistem kekebalan hewan yang mereka 'tinggali'.

Ada kemungkinan bahwa varian baru yang muncul awalnya berasal dari hewan dan kembali menginfeksi manusia.

Kisah SARS-CoV-2 pada hewan belum berakhir. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 6 dari 10 penyakit menular manusia dapat menyebar dari hewan ke manusia, dan sekitar tiga perempat dari penyakit menular baru pada manusia berasal dari hewan.

Komentar