Mengkhawatirkan, Inilah Risiko Buruk Saat Virus Corona Menulari Hewan dan Kembali ke Manusia

Rabu, 23 Februari 2022 | 16:48 WIB
Mengkhawatirkan, Inilah Risiko Buruk Saat Virus Corona Menulari Hewan dan Kembali ke Manusia
Ilustrasi tikus. [Pixabay]

Suara.com - Sudah cukup banyak laporan yang menunjukkan bahwa virus corona dapat menginfeksi hewan, seperti harimau, singa, musang, hingga cepelai.

Pada Februari 2022, para peneliti dan laboratorium diagnostik veteriner mengonfirmasi bahwa ada 31 spesies rentan terhadap SARS-CoV-2.

Selain hewan peliharaan dan kebun binatang, peneliti telah menemukan sejumlah primata bukan manusia, seperti musang, tikus rusa, hyena, tikus kayu, sigung belang dan rubah merah, juga termasuk di antara hewan rentan terhadap infeksi virus corona.

Sementara rusa ekor dan cerpelai adalah dua spesies hewan yang ditemukan menyimpan virus di alam liar, lapor The Conversatoin.

Sebagian besar hewan tampaknya tidak mengalami penyakit klinis seperti yang dialami manusia, kecuali cerpelai.

Namun, hewan yang terinfeksi dan tidak tampak sakit masih bisa menularkan virus ke hewan yang lainnya dan berpotensi kembali ke manusia.

Meski begitu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang hewan apa saja yang dapat tertular virus dan apa artinya bagi manusia.

Ilustrasi cerpelai bisa menularkan virus Corona. (Shutterstock)
Ilustrasi cerpelai bisa menularkan virus Corona. (Shutterstock)

Risiko virus corona yang melompati spesies

Risiko tertular virus corona dari hewan memang lebih rendah daripada terpapar dari manusia lain. Tetapi apabila virus yang sudah menginfeksi hewan ini kembali menulari manusia, yang prosesnya disebut spillover dan spillback, dapat menimbulkan ancaman tersediri.

Baca Juga: Ulasan Buku Anjing Hitam yang Mengingatkan Seorang Syekh: Memberi Makan Hewan Termasuk Sedekah

Hewan yang terinfeksi dapat menjadi reservoir virus yang bisa memicu mutasi baru virus corona. Semakin banyak spesies yang terinfeksi, semakin banyak mutasi yang terjadi.

Virus beradaptasi dengan karakteristik inangnya, seperti suhu tubuh, pola makan, dan sistem kekebalan hewan yang mereka 'tinggali'.

Ada kemungkinan bahwa varian baru yang muncul awalnya berasal dari hewan dan kembali menginfeksi manusia.

Kisah SARS-CoV-2 pada hewan belum berakhir. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 6 dari 10 penyakit menular manusia dapat menyebar dari hewan ke manusia, dan sekitar tiga perempat dari penyakit menular baru pada manusia berasal dari hewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI