Berpotensi Menularkan Bakteri, Lakukan Hal Ini Saat Berbagi Sabun Batangan dengan Orang Lain

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 25 Februari 2022 | 08:19 WIB
Berpotensi Menularkan Bakteri, Lakukan Hal Ini Saat Berbagi Sabun Batangan dengan Orang Lain
Ilustrasi sabun batangan. (Elements Envato)

Suara.com - Meski saat ini semakin banyak orang lebih memilih menggunakan sabun cair, penggunaan sabun batangan juga masih diminati. Harganya yang lebih terjangkau dan penggunaannya yang lebih hemat, membuat beberapa orang masih memilih untuk menggunakan sabun batangan.

Namun, hati-hati saat berbagi sabun batangan dengan orang lain. Sebuah studi di Indian Journal of Dental Research pada Juni 2006 mengungkap bahwa sabun batangan mengandung dua hingga lima jenis kuman yang berbeda.

Sebuah studi lain pada Juli 2015 di American Journal of Infection Control menemukan sekitar 62 persen sabun batangan terkontaminasi bakteri, sementara pada sabun cair hanya sekitar 3 persen.

Beberapa kuman yang ada di sabun dapat mencakup bakteri E. coli, Salmonella, dan Shigella, serta virus seperti Norovirus dan Rotavirus, serta Staphilococcus. Demikian ungkap profesor kesehatan masyarakat dan ilmu lingkungan di The University of Arizona, Kelly Reynolds, PhD, melansir dari Livestrong.

Bakteri yang bersembunyi di sabun batangan ini berpotensi menyebar dari orang ke orang jika Anda memilih untuk memakainya bersama-sama. Ini sebabnya, jauh lebih aman untuk menghindari menggunakan sabun batangan di toilet umum untuk mencuci tangan.

Menurut Reynold, sabun cair lebih aman, karena tidak pernah ditemukan bakteri di dalamnya.

Tetapi, bila berbagi sabun batangan di rumah, lain lagi ceritanya. Anda mungkin hanya berbagi sabun dengan orang yang Anda kenal, bukannya orang asing.

Untuk mengurangi risiko menyebarkan sesuatu yang buruk kepada anggota keluarga Anda karena berbagi sabun, ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan, antara lain membilas sabun setelah dipakai.

"Bakteri suka menempel pada gelembung sabun," kata Reynolds.

Selanjutnya, pastikan menyimpan sabun di tempat yang mudah membuatnya kering. Bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembap. Jadi, sabun batangan yang basah akan memberikan kesempatan bagi kuman untuk berkembang biak.

"Saat sabun mengering, jumlah bakteri menurun, yang menurunkan risiko transfer bakteri apapun," pungkas Reynolds.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Membersihkan Blender Hanya dalam 30 Detik, Cepat dan Mudah Tanpa Drama

Cara Membersihkan Blender Hanya dalam 30 Detik, Cepat dan Mudah Tanpa Drama

Lifestyle | Minggu, 06 Februari 2022 | 18:11 WIB

Jadi Andalan di Tengah Pandemi, Ini Tips Memilih Sabun Antiseptik untuk Lawan Bakteri dan Virus

Jadi Andalan di Tengah Pandemi, Ini Tips Memilih Sabun Antiseptik untuk Lawan Bakteri dan Virus

Lifestyle | Jum'at, 04 Februari 2022 | 17:37 WIB

Cukup Mandi 3-4 Menit, Ahli Ungkap Alasannya untuk Kesehatan Tubuh!

Cukup Mandi 3-4 Menit, Ahli Ungkap Alasannya untuk Kesehatan Tubuh!

Health | Minggu, 30 Januari 2022 | 09:07 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB