Teknologi Teranyar Bedah Tulang Belakang, Ini 4 Fakta Robot Navigasi dan Cara Kerjanya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 25 Februari 2022 | 20:59 WIB
Teknologi Teranyar Bedah Tulang Belakang, Ini 4 Fakta Robot Navigasi dan Cara Kerjanya
Ilustrasi nyeri tulang belakang, tulang ekor, pinggang, punggung. (Shutterstock)

Suara.com - Operasi tulang belakang dikenal sebagai tindakan medis yang berisiko menyebabkan banyak pendarahan yang berakibat kematian. Menariknya, teknologi robot navigasi bisa jadi solusi menurunkan risiko tersebut.

Adapun robot navigasi bedah tulang belakang, jadi salah satu revolusi dunia medis untuk memperbaiki skoliosis dan saraf kejepit atau HNP, dengan tingkat akurasi penempatan screws atau implan mencapai 99,9 persen.

"Karena itu keadaan ini dimanfaatkan satu teknologi robotik, bukan menggantikan posisi manusia untuk melakukan tindakan operasi. Tetapi robot ini membantu dokter, menempatkan yang namanya screws, ke tempat yang paling tepat betul di tulang belakang," ujar Chairman Tim Dokter Ortopedi Eka Hospital, Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine, Jumat (25/2/2022).

Untuk mengenal lebih jauh, fakta menarik dan cara kerja robot navigasi bedah tulang belakang, berikut rangkumannya berdasarkan acara diskusi Gatam Institute Orthopedic and Spine 100 Futures 100 Love Eka Hospital:

Ilustrasi tulang belakang. (Pixabay)
Ilustrasi tulang belakang. (Pixabay)

1. Meminimalisir Kelumpuhan dan Pendarahan saat Operasi

Salah satu kekhawatiran terbesar dari tindakan operasi tulang belakang adalah perdarahan yang menyebabkan kematian, termasuk juga terjadinya kelumpuhan.

Ini karena saat proses tanpa menggunakan robot, biasanya tim bedah akan membuka semua tulang belakang dari atas hingga bawah, dan hal inilah berisiko sebabkan pendarahan.

"Tapi dengan robot navigasi risiko ini bisa dikurangi, karena ketepatan pemasangan screws implan bisa lebih akurat karena menggunakan navigasi," ujar Dr. Luthfi.

2. Mengurangi Paparan Radiasi

baca juga

Saat menggunakan bedah manual tanpa robot maka diperlukan pancaran radiasi ekstrim pada saraf tulang belakang pasien yang mengalami gangguan.

"Biasanya pasien yang habis kena radiasi ini akhirnya sangat lemas, bahkan dialami dokter. Saya termasuk orang yang mengalami paparan radiasi selama 30 tahun menangani saraf tulang belakang," ungkap Dr. Luthfi.

3. Pasien Cepat Pulih

Robot navigasi untuk bedah tulang belakang yang minimal risiko membuat pasien lebih mudah sembuh dan bisa pulang dalam hitungan 2 hingga 6 hari.

"Biasanya melalui bedah tulang belakang sebelumnya perlu dirawat di rumah sakit selama 1 hingga 2 minggu, dengan teknologi itu bisa dikurangi masa rawatnya," jelas Dr. Luthfi.

Hal ini juga akhirnya membuat beban dokter berkurang, karena pasien tidak mengeluh sakit lebih lama.

4. Mengurangi Beban Rumah Sakit

Seperti diketahui tempat tidur perawatan rumah sakit adalah hal yang sangat vital. Semakin lama pasien dirawat, maka semakin sedikit peluang pasien lain untuk mendapatkan perawatan medis.

"Bahkan orang kena masalah tulang belakang, masa rawat inapnya jadi lebih cepat, tempat tidur bisa ditempati orang lain yang butuh perawatan," tutup Dr. Luthfi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak-anak Pemikul Air di Gaza, Tinggalkan Sekolah Hingga Alami Kerusakan Tulang Belakang

Anak-anak Pemikul Air di Gaza, Tinggalkan Sekolah Hingga Alami Kerusakan Tulang Belakang

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi

Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi

Health | Senin, 02 Maret 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Bungkuk, Ini 5 Cara Sederhana Mencegah Skoliosis Biar Gak Makin Parah

Bukan Cuma Bungkuk, Ini 5 Cara Sederhana Mencegah Skoliosis Biar Gak Makin Parah

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 16:24 WIB

Nada Tarina Pamer Bekas Jahitan Operasi, Kenapa Skoliosis Lebih Rentan pada Wanita?

Nada Tarina Pamer Bekas Jahitan Operasi, Kenapa Skoliosis Lebih Rentan pada Wanita?

Health | Jum'at, 26 September 2025 | 12:47 WIB

Baru Ada 138 Dari Target 500 Dokter Tulang Belakang di 2030, Mungkinkah Tercapai?

Baru Ada 138 Dari Target 500 Dokter Tulang Belakang di 2030, Mungkinkah Tercapai?

Health | Senin, 21 Juli 2025 | 18:38 WIB

5 Rekomendasi Kasur Orthopedic Terbaik untuk Kesehatan Tulang Belakang

5 Rekomendasi Kasur Orthopedic Terbaik untuk Kesehatan Tulang Belakang

Lifestyle | Selasa, 08 Juli 2025 | 15:38 WIB

Waspadai Skoliosis: Ancaman Baru dari Gaya Hidup Digital yang Sering Diabaikan

Waspadai Skoliosis: Ancaman Baru dari Gaya Hidup Digital yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 09 April 2025 | 17:47 WIB

Tubuh Miring dan Nyeri Punggung Saat Tua? Bisa Jadi Tanda Skoliosis Degeneratif!

Tubuh Miring dan Nyeri Punggung Saat Tua? Bisa Jadi Tanda Skoliosis Degeneratif!

Health | Minggu, 02 Maret 2025 | 12:02 WIB

8 Mitos Tulang Belakang yang Bikin Kamu Ogah Berobat

8 Mitos Tulang Belakang yang Bikin Kamu Ogah Berobat

Video | Kamis, 27 Februari 2025 | 08:00 WIB

Pemeriksaan Tulang Belakang untuk Cegah Skoliosis, Seberapa Penting?

Pemeriksaan Tulang Belakang untuk Cegah Skoliosis, Seberapa Penting?

Health | Selasa, 28 Januari 2025 | 16:35 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×