4 Fakta Zinc, Mineral yang Diberikan Untuk Pasien Covid-19

Vania Rossa

Sabtu, 26 Februari 2022 | 14:46 WIB
4 Fakta Zinc, Mineral yang Diberikan Untuk Pasien Covid-19
Mineral zinc. (istockphoto)

Suara.com - Selama menjalani isolasi mandiri, pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala disarankan mengonsumsi sejumlah vitamin dan mineral untuk membantu proses penyembuhan. Kementerian Kesehatan merekomendasikan penderita Covid-19 gejala ringan dan tanpa gejala untuk konsumsi vitamin C, D, E, dan zinc.

Fakta mengenai vitamin C, D, dan E, Anda tentu sudah sering mendengar. Tapi, tahukah Anda fakta seputar zinc atau seng? Dilansir dari Healthline, berikut 4 fakta zinc yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Manfaat Zinc

Zinc adalah mineral penting yang digunakan tubuh dalam banyak cara. Zinc diperlukan untuk aktivitas lebih dari 300 enzim yang membantu metabolisme, pencernaan, fungsi saraf, dan banyak proses lainnya. Selain itu, penting untuk perkembangan dan fungsi sel kekebalan.

Penelitian menunjukkan bahwa zinc memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, mengurangi risiko penyakit terkait usia, mengurangi peradangan, dan lainnya.

Faktanya, kulit Anda menyimpan jumlah yang relatif tinggi sekitar 5 persen dari kandungan zinc tubuh. Sementara kekurangan zinc dapat memperlambat penyembuhan luka, suplementasi dengan zinc dapat mempercepat pemulihan pada orang dengan luka.

Zinc juga dibutuhkan untuk indera perasa dan penciuman Anda. Karena salah satu enzim yang penting untuk rasa dan bau yang tepat bergantung pada nutrisi ini, kekurangan zinc dapat mengurangi kemampuan untuk merasakan atau mencium.

2. Gejala kekurangan zinc

Meskipun defisiensi zinc yang parah jarang ditemui, hal itu dapat terjadi pada orang dengan mutasi genetik yang langka, bayi menyusui yang ibunya tidak memiliki cukup zinc, orang dengan kecanduan alkohol, dan siapa pun yang menggunakan obat penekan kekebalan tertentu.

baca juga

Gejala defisiensi zinc yang parah termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan, keterlambatan kematangan seksual, ruam kulit, diare kronis, gangguan penyembuhan luka, dan masalah perilaku.

Mereka yang berisiko kekurangan zinc di antaranya, orang dengan penyakit gastrointestinal seperti penyakit Crohn, vegetarian dan vegan, wanita hamil dan menyusui, bayi yang lebih tua yang disusui secara eksklusif, orang dengan anemia sel sabit, orang yang kekurangan gizi, termasuk mereka yang menderita anoreksia atau bulimia, orang dengan penyakit ginjal kronis dan mereka yang menyalahgunakan alkohol.

Gejala kekurangan zinc ringan termasuk diare, penurunan kekebalan tubuh, rambut menipis, nafsu makan berkurang, gangguan suasana hati, kulit kering, masalah kesuburan, dan gangguan penyembuhan luka.

3. Makanan sumber zinc

Makanan yang mengandung zinc tertinggi meliputi kerang (tiram, kepiting, lobster), daging, kalkun, ayam, ikan flounder, sarden, salmon, buncis, lentil, kacang hitam, kacang merah, biji labu, kacang mete, biji rami, susu, yogurt, keju, telur, oat, quinoa, beras merah, jamur, kangkung, kacang polong, asparagus, sayuran bit dan telur.

Perlu diingat bahwa zinc yang ditemukan dalam sumber nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian diserap kurang efisien karena adanya senyawa tanaman lain yang menghambat penyerapan. Sedangkan daging-dagingan, ikan dan kerang lebih mudah diserap.

Makanan seperti sereal sarapan siap saji, snack bar dan tepung kue juga diperkaya dengan zinc.

4. Dampak kelebihan zinc

Asupan mineral zinc yang berlebihan juga dapat menyebabkan efek samping negatif. Penyebab paling umum dari keracunan zinc adalah terlalu banyak suplemen zinc, yang dapat menyebabkan gejala akut dan kronis.

Gejala keracunan zinc antara lain mual dan muntah, kehilangan selera makan, diare, kram perut, sakit kepala, fungsi kekebalan tubuh berkurang, dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Mengonsumsi terlalu banyak suplemen zinc juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi lain. Misalnya, konsumsi zinc tinggi kronis dapat mengganggu penyerapan tembaga dan zat besi Anda. Pengurangan kadar tembaga bahkan telah dilaporkan pada orang yang hanya mengkonsumsi zinc dosis tinggi yakni 60 mg per hari selama 10 minggu.

Untuk menghindari konsumsi berlebihan, jauhi suplemen zinc dosis tinggi kecuali direkomendasikan oleh dokter. Asupan harian yang direkomendasikan (RDI) adalah 11 mg untuk pria dewasa dan 8 mg untuk wanita dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Konsumsi Suplemen Vitamin Secara Berlebihan Bisa Sebabkan GERD Kambuh

Awas! Konsumsi Suplemen Vitamin Secara Berlebihan Bisa Sebabkan GERD Kambuh

Health | Kamis, 10 Februari 2022 | 16:11 WIB

6 Manfaat Minyak Ikan jika Dikonsumsi Rutin, Baik untuk Ginjal hingga Jantung

6 Manfaat Minyak Ikan jika Dikonsumsi Rutin, Baik untuk Ginjal hingga Jantung

Health | Jum'at, 04 Februari 2022 | 14:52 WIB

Nano-food Supplement, Ubi Makanan Lokal untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Nano-food Supplement, Ubi Makanan Lokal untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Your Say | Jum'at, 04 Februari 2022 | 13:57 WIB

Terkini

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB