facebook

Penelitian Temukan Varian Omicron Tetap Menular hingga 6 Hari setelah Gejala Muncul

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Penelitian Temukan Varian Omicron Tetap Menular hingga 6 Hari setelah Gejala Muncul
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Beberapa penelitian menemukan varian Omicron ini tetap menular selama 6 hari.

Suara.com - Beberapa penelitian terbaru tentang virus corona, termasuk penelitian yang membutuhkan studi lebih lanjut menemukan fakta baru dari varian Omicron.

Beberapa rangkuman penelitian mengenai virus corona Covid-19 ini menemukan varian Omicron menular setidaknya selama 6 hari.

Pasien yang terinfeksi varian Omicron dari virus corona Covid-19 tetap menular, meskipun sudah pernah terinfeksi varian virus corona lainnya.

Para peneliti mengambil sampel darah dari 56 pasien yang baru didiagnosis virus corona, termasuk 37 orang dengan varian Delta dan 19 dengan varian Omicron.

Baca Juga: Benarkah Susu Sapi Bisa Cegah Infeksi Virus Corona Covid-19? Ini Temuan Ahli!

Semua pasien ini hanya mengalami gejala ringan, seperti gejala mirip flu dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit.

Terlepas dari varian virus corona yang diderita dan vaksinasi cukup melindungi atau tidak, peserta penelitian masih berisiko menularkan virusnya rata-rata sekitar 6 hari setelah gejala mulai muncul.

Dr. Amy Barczak dari Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston mengatakan hanya sekitar 1 dari 4 orang terbukti melepaskan virus corona selama lebih dari 8 hari.

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

"Meskipun tidak diketahui secara pasti berapa banyak virus aktif yang dibutuhkan untuk menyebarkan penyakit ini ke orang lain," kata Dr. Amy Barczak dikutip dari Times of India.

Dr Amy dan rekannya mengambil data ini untuk menunjukkan bahwa orang dengan virus corona ringan masih bisa menularkan virusnya rata-rata selama 6 hari dan terkadang lebih lama.

Baca Juga: Berkenalan dengan Obat Kuat Pria, Simak Kegunaan hingga Efek Sampingnya di Sini!

"Keputusan tentang isolasi mandiri harus dipertimbangkan, terlepas dari varian virus corona yang menginfeksi dan status vaksinasi sebelumnya," kata Dr Amy.

Obat yang digunakan untuk mengatasi pembuluh darah, yakni angioedema telah menunjukkan harapan sebagai obat virus corona Covid-19 dalam eksperimen laboratorium.

Icatibant, dijual sebagai Firazyr oleh Takeda Pharmaceutical Co Jepang, memblokir protein yang disebut reseptor bradikinin b2 dalam sistem kinin.

Protein diatur oleh protein ACE2 pada permukaan sel, yang digunakan virus corona sebagai pintu gerbang untuk infeksi.

Saat para peneliti menganalisis sel-sel hidung yang diperoleh dari pasien virus corona, mereka menemukan peningkatan kadar reseptor bradikinin b2.

“Yang mengejutkan kami, icatibant secara efektif mengurangi viral load hingga lebih dari 90 persen dan melindungi sel saluran napas manusia yang dikultur dari kematian sel pada infeksi virus corona," kata Adam Chaker dari Technical University of Munich.

Komentar