facebook

Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Penyusutan Otak 3 Kali Lebih Cepat!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Penyusutan Otak 3 Kali Lebih Cepat!
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Penelitian menemukan virus corona Covid-19 bisa menyebabkan penyusutan otak 3 kali lebih cepat.

Suara.com - Saat ini, dampak jangka panjang virus corona Covid-19 masih menjadi misteri. Temuan baru menunjukkan bahwa virus corona bisa menyebabkan penyusutan otak 3 kali lebih cepat.

Studi baru yang diterbitkan di Nature, menyelidiki perubahan otak akibat virus corona Covid-19 pada 785 peserta berusia 51-81 tahun.

Efek virus corona Covid-19 ini diamati pada 401 pasien dengan Covid-19, yang mana para peneliti memindai otak para peserta sebelum dan sesudah infeksi untuk dipelajari.

"Analisis longitudinal kami mengungkapkan dampak virus corona Covid-19 pada otak yang signifikan," kata para peneliti dikutip dari Express.

Baca Juga: Peneliti Temukan Efek Virus Corona Covid-19 pada Otak Terkait Penciuman

Mereka menemukan adanya penurunan kognitif yang jauh lebih besar pada pasien positif virus corona Covid-19, bahkan setelah pulang dari rumah sakit.

Ilustrasi otak.[Pixabay]
Ilustrasi otak.[Pixabay]

"Tapi, kita masih perlu menyelidikinya lebih lanjut untuk mengetahui efek ini bisa bertahan jangka panjang atau tidak," katanya.

Hasil pemindaian nampaknya juga mengungkapkan adanya penyusutan otak 3 kali lebih cepat dari biasanya.

Para peneliti dari Universitas Oxford juga menemukan bahwa daerah penciuman otak menunjukkan bukti paling kuat dari penyusutan otak.

Para ilmuwan tidak dapat menentukan apakah penurunan volume disebabkan oleh virus corona itu sendiri, respons kekebalan terhadap virus, atau hilangnya rangsangan karena tidak memiliki indera penciuman.

Baca Juga: Benarkah Susu Sapi Bisa Cegah Infeksi Virus Corona Covid-19? Ini Temuan Ahli!

Tetapi, temuan ini menjelaskan kemungkinan penyebab gejala virus corona yang berkepanjangan, yang bisa mengganggu orang setelah infeksi.

Virus corona ini juga muncul untuk mengurangi materi abu-abu di daerah otak yang mengontrol emosi dan memori.

Bahkan pada kasus infeksi ringan, partisipan mengalami memburuknya fungsi otak yang bertanggung jawab untuk fokus dan pengorganisasian.

Rata-rata, ukuran otak menyusut antara 0,2 persen dan dua persen akibat virus corona Covid-19.Namun, penelitian ini bukan yang pertama kalinya yang memberikan bukti hubungan antara otak dan virus corona.

Bahkan, Alzheimer's Society menemukan adanya bukti bahwa infeksi virus corona bisa menyebabkan demensia lebih cepat memburuk.

Satu studi yang diterbitkan awal tahun lalu menemukan bahwa anosmia dan hiposmia dapat berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer.

Komentar