Peneliti Temukan Efek Virus Corona Covid-19 pada Otak Terkait Penciuman

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 08 Maret 2022 | 15:32 WIB
Peneliti Temukan Efek Virus Corona Covid-19 pada Otak Terkait Penciuman
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan efek virus corona Covid-19 pada otak, termasuk area yang terkait dengan penciuman dan memori.

Temuan penelitian ini mengungkapkan efek virus corona Covid-19 secara rinci dan cara virus menyebar melalui sistem saraf pusat.

Bukti bahwa virus corona Covid-19 menyebabkan kelainan terkait otak telah ditemukan pada penelitian sebelumnya, yang fokus pada pasien rawat inap akibat infeksi parah.

Perbedaannya dengan penelitian yang dilakukan oleh Gwenaëlle Douaud dan rekannya ini adalah penelitian ini melihat efeknya pada kasus infeksi virus corona Covid-19 ringan.

Artinya, penelitian ini mengungkap mekanisme yang berkontribusi terhadap penyakit atau kerusakan otak akibat virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Rekan peneliti senior Universitas Oxford, Max Taquet, yang pekerjaannya melibatkan penggunaan pencitraan otak untuk mengkarakterisasi dan mengobati gangguan kejiwaan, mengatakan ini adalah studi skala besar pertama yang menyelidiki perubahan aktual di otak bisa terjadi setelah infeksi virus corona.

"Penelitian ini juga mengetahui risiko masalah neurologi dan kejiwaan terkait virus corona Covid-19 pada beberapa orang, termasuk kabut otak, kehilangan rasa dan penciuman, depresi, dan psikosis," kata Max Taquet dikutip dari News Week.

Taquet menambahkan bahwa itu menjelaskan pertanyaan penting ini dengan menunjukkan bahwa area otak yang terhubung ke pusat penciuman otak bisa menyusut setelah terinfeksi virus corona Covid-19.

Penulis utama studi tersebut, Douaud dan rekannya mencapai temuan mereka dengan menyelidiki perubahan otak dari 785 pasien virus corona usia 51 hingga 81 tahun, yang telah melakukan dua pemindaian otak dengan jarak rata-rata 38 bulan.

baca juga

Dari sampel ini, 401 peserta Biobank Inggris menderita infeksi virus corona di antara 2 pemindaian dan 15 lainnya dirawat di rumah sakit.

Tim peneliti mengidentifikasi pengurangan ketebalan materi abu-abu di daerah otak yang terkait dengan bau dan memori.

Pasien yang terinfeksi virus corona juga nampaknya menunjukkan kerusakan jaringan di daerah yang terkait dengan indera penciuman dan pengurangan ukuran otak.

Tim peneliti membandingkan hasil mereka dengan pasien yang menderita pneumonia, yang menemukan perubahan eksklusif untuk penderita virus corona.

Ketua Neuropsychopharmacology di Imperial College London, David Nutt, percaya bahwa penelitian ini mengkonfirmasi pendapat para ahli psikiatri dan neurologi yang sempat memprediksi virus corona akan menyebabkan komplikasi neuro-psikiatri pada beberapa orang di awal pandemi.

"Intinya, ini adalah studi yang sangat metodologis dengan kontrol sebelum dan sesudah infeksi virus corona. Tapi, sekarang kita perlu studi yang menentukan arti sebenarnya dalam hal fungsi kognitif dan kualitas hidup," kata Dr. Benedict Michael, ahli saraf konsultan kehormatan di University of Liverpool.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Oxford: Penyintas Covid-19 Meski Gejala Ringan Bisa Alami Penuaan Otak Lebih Cepat

Studi Oxford: Penyintas Covid-19 Meski Gejala Ringan Bisa Alami Penuaan Otak Lebih Cepat

Health | Selasa, 08 Maret 2022 | 14:30 WIB

Penelitian: Infeksi Covid-19 Parah Bisa Merugikan Kehamilan, Vaksinasi Dianjurkan pada Ibu Hamil

Penelitian: Infeksi Covid-19 Parah Bisa Merugikan Kehamilan, Vaksinasi Dianjurkan pada Ibu Hamil

Health | Selasa, 08 Maret 2022 | 13:00 WIB

Kanada Buat Vaksin Covid-19 dari Tumbuhan, Ini Kelebihan dan Efek Sampingnya!

Kanada Buat Vaksin Covid-19 dari Tumbuhan, Ini Kelebihan dan Efek Sampingnya!

Health | Selasa, 08 Maret 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×