Vaksinasi COVID-19 Belum Merata, China Kesulitan Ajak Lansia untuk Mau Divaksinasi

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Sabtu, 02 April 2022 | 00:05 WIB
Vaksinasi COVID-19 Belum Merata, China Kesulitan Ajak Lansia untuk Mau Divaksinasi
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Suara.com - Rendahnya tingkat vaksinasi COVID-19 untuk populasi lansia membuat China khawatir. Sebab, lansia merupakan salah satu kelompok paling berisiko mengalami kefatalan dan meninggal karena infeksi COVID-19.

Di provinsi Guangdong, seorang guru diberi tahu sekolahnya bahwa dia harus mencari empat lansia berusia 60 tahun ke atas yang belum divaksin dan membujuk mereka untuk disuntik vaksin COVID-19 agar tingkat inokulasi di daerahnya meningkat.

Jika tidak, kinerja sang guru akan terkena imbas.

"Tapi (saya) harus mengajar di kelas… Saya tak bisa begitu saja meninggalkan murid-murid dan pergi mencari 'jarum dalam jerami'," kata guru yang mengaku bernama Sherry.

Ilustrasi vaksin covid-19 (Pexels)
Ilustrasi vaksin covid-19 (Pexels)

Karena guru-guru lain di daerahnya juga mendapat tugas yang sama, Sherry mengatakan dia harus mengeluarkan uang untuk bersaing mendapatkan lansia.

Dia mengaku telah menghabiskan hampir 1.000 yuan (sekitar Rp2,26 juta) untuk mendapatkan dua orang lansia yang mau divaksin.

Varian Omicron telah memicu wabah COVID terbesar di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu dalam beberapa bulan terakhir kendati jumlah kasusnya tergolong moderat jika dibandingkan negara-negara lain.

Ada 38 ribu lebih kasus lokal bergejala pada Maret, atau lebih dari empat kali lipat total infeksi yang tercatat selama 2021. China menghitung data pasien tanpa gejala secara terpisah dari kasus terkonfirmasi.

Namun, China terus mempertahankan kebijakan untuk mencegah penularan secepat mungkin saat kasus ditemukan dan menilai kaum lansia sebagai titik lemah karena tingkat vaksinasinya yang rendah.

Baca Juga: Dua Tahun Menunggu, Terminal Feri Batam Center Akhirnya Kembali Melayani Penumpang ke Singapura

Dari 264 juta warga berusia di atas 60, sekitar 20 persen di antaranya belum menyelesaikan vaksinasi dua dosis hingga 25 Maret. Sebagai perbandingan, tingkat vaksinasi penuh di antara 1,41 miliar penduduk China mencapai 88 persen.

Para pejabat mengatakan sebagian lansia khawatir dengan kemungkinan dampak vaksinasi atau menganggapnya tidak penting.

Di sebuah panti wreda di Beijing, hanya tiga dari 43 penghuninya telah disuntik vaksin, kata perwakilan panti bernama belakang Qin.

"Tak ada satu pun anggota keluarga dari para penghuni yang secara sukarela meminta vaksinasi," kata Qin dikutip dari ANTARA, Jumat (1/4/2022).

Dia menambahkan petugas panti hanya bisa membujuk kerabat dari separuh penghuni agar mengizinkan vaksinasi meskipun kasus COVID melonjak.

Banyak penghuni di panti itu telah lama dirawat karena berbagai kondisi dan kerabat mereka khawatir suntikan vaksin akan mempengaruhi pengobatan rutin, kata Qin.

"Ada beberapa keluarga yang menganggap bahwa (lansia) sudah tua, mereka tak akan ke mana-mana, dan berbaring di ranjang saja, sehingga tidak perlu divaksin," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI