Radikal Bebas: Pengertian dan Bahayanya bagi Tubuh

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 12 April 2022 | 15:07 WIB
Radikal Bebas: Pengertian dan Bahayanya bagi Tubuh
Ilustrasi gambar radikal bebas. (freepik)

Suara.com - Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif dan tidak stabil yang diproduksi dalam tubuh secara alami sebagai produk sampingan dari metabolisme normal, atau oleh paparan racun di lingkungan seperti asap tembakau dan sinar ultraviolet. Untuk selengkapnya, berikut ini pengertian radikal bebas dan bahayanya.

Diketahui, radikal bebas memiliki umur hanya sepersekian detik, tetapi selama waktu itu dapat merusak DNA, bahkan terkadang mengakibatkan mutasi yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker. Antioksidan dalam makanan yang kita makan dapat menetralkan molekul yang tidak stabil, sehingga mengurangi risiko kerusakan.

Melansir dari situs Very Well Health, Selasa (12/4/2022), simak selengkapnya berikut ini mengenai pengertian radikal bebas dan bahayanya.

Pengertian Radikal Bebas

Radikal bebas merupakan atom yang memiliki kandungan elektron tak berpasangan. Karena kurangnya jumlah elektron kulit terluar yang stabil ini, mereka terus-menerus mencari untuk mengikat dengan atom atau molekul lain untuk menstabilkan diri, proses ini yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel manusia. Kerusakan ini dapat mempercepat proses penuaan dan dapat berperan dalam perkembangan kanker dan penyakit lainnya.

Lantas, dari mana asal radikal bebas? Radikal bebas diproduksi melalui beragam cara yang berbeda. Mereka mungkin dihasilkan dari proses metabolisme normal dalam tubuh, atau oleh paparan karsinogen (zat penyebab kanker) atau zat berbahaya lainnya di lingkungan.

Ilustrasi makanan untuk mengurangi radikal bebas. (Pexels)
Ilustrasi makanan untuk mengurangi radikal bebas. (Pexels)

Bahaya Radikal Bebas

Radikal bebas yang dihasilkan, baik melalui paparan karsinogen maupun proses normal metabolisme tubuh, mereka bisa dengan bebas melakukan kerusakan. Keberadaan radikal bebas dalam tubuh ini stres oksidatif. Alasan dinamakan stres oksidatif adalah bahwa reaksi kimia yang menghasilkan radikal bebas memperoleh elektron dilakukan dengan adanya oksigen.

Prosesnya dapat melibatkan serangkaian reaksi. Ketika satu radikal bebas "mencuri" elektron dari sebuah molekul, molekul itu menjadi radikal bebas karena kehilangan elektron, dan seterusnya. Radikal bebas dapat merusak DNA tubuh, yang mengandung gen, serta protein, lipid, membran sel, dan banyak lagi, sehingga menyebabkan penyakit. Kanker, misalnya.

Demikian informasi mengenai pengertian radikal bebas dan bahaya yang ditimbulkannya. Agar terhindar dari paparan radikal bebas, Anda harus menghindari sumber yang dapat mendatangkan radikal bebas. Selain itu, pastikan tubuh Anda mendapatkan asupan antioksidan yang cukup.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Tanda Kekurangan Vitamin E, Nutrisi yang Bisa Melindungi Sel dari Radikal Bebas

Kenali Tanda Kekurangan Vitamin E, Nutrisi yang Bisa Melindungi Sel dari Radikal Bebas

Health | Selasa, 12 April 2022 | 14:53 WIB

Idap Kanker Prostat, Louis van Gaal: Saya Sudah Melewati Segalanya

Idap Kanker Prostat, Louis van Gaal: Saya Sudah Melewati Segalanya

Bola | Selasa, 12 April 2022 | 13:33 WIB

Tato Puting Buat 'Hidup' Lagi Penyintas Kanker Payudara

Tato Puting Buat 'Hidup' Lagi Penyintas Kanker Payudara

Video | Selasa, 12 April 2022 | 11:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB