Sebenarnya Ambroxol untuk Apa sih? Simak Penjelasannya di Sini!

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 23 April 2022 | 18:30 WIB
Sebenarnya Ambroxol untuk Apa sih? Simak Penjelasannya di Sini!
Ilustrasi obat pengencer dahak. (Pixabay)

Suara.com - Salah satu obat jenis golongan mukolitik yang cukup terkenal adalah ambroxol. Obat ini mungkin terdengar asing di telinga dan mata Anda, karena pada kenyataannya memang jarang disebutkan dalam resep atau menjadi nama obat. Lalu sebenarnya ambroxol untuk apa sih?

Sedikit sudah disinggung di atas tadi, obat ini merupakan golongan obat mukolitik. Obat mukolitik merupakan salah satu jenis obat yang memiliki fungsi utama untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh.

Mengetahui Abroxol untuk Apa

Secara mendasar, fungsi dari obat ini adalah membantu meredakan batuk berdahak, dengan cara mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan.

Ketika tubuh berada dalam satu kondisi yang memaksanya memproduksi dahak berlebih, maka ini akan terasa mengganggu di tenggorokan. Akibatnya tenggorokan terasa gatal dan Anda akan terus menerus batuk.

Konsumsi ambroxol kemudian dapat membantu mengurangi keluhan tersebut dengan mengencerkan dahak yang ada di bagian tenggorokan.

Ambroxol umumnya digunakan pada orang dengan keluhan kesehatan atau penyakit seperti yang ada di bawah ini.

  • Emifisema
  • Pneumokoniosis bronchitis
  • Bronkiektasis
  • Bronkitis kronis dan akut
  • Bronkitis asmatik

Kondisi di atas membuat tubuh memproduksi dahak dalam jumlah berlebihan hingga mengganggu. Maka konsumsi ambroxol akan jadi solusi terbaiknya.

Dosis Obat Ambroxol

baca juga

Untuk orang dewasa, umumnya ambroxol yang diberikan adalah sebanyak 30 mg sampai 120 mg setiap hari. Jumlah ini akan mengacu pada kondisi kesehatan dan rekomendasi dari dokter, sehingga bisa dipastikan tepat dan bisa mengatasi keluhan kesehatan tersebut.

Meski kemungkinannya cukup kecil, namun alergi akibat ambroxol bisa saja terjadi. Reaksinya akan muncul pada pernapasan serta terganggunya fungsi panca indera. Ketika hal ini terjadi Anda bisa langsung mendatangi dokter untuk mendapatkan tindakan medis.

Kenapa Jarang Terdengar di Pasaran?

Hal ini karena ambroxol sendiri adalah satu kandungan yang diperlukan dalam obat pengencer dahak. Biasanya ambroxol masuk dalam komposisi obat seperti demikian, dan dijual dengan merk dagang tertentu.

Ambroxol yang secara harfiah bernama demikian di pasar, bisa ditemukan dalam bentuk obat generik, baik sirup atau tablet.

Itu tadi sedikit pengetahuan mengenai ambroxol untuk apa dan berapa poin relevan lainnya. Semoga artikel ini bisa membantu, dan selalu konsultasikan pada dokter terkait masalah obat dan keluhan kesehatan yang dialami.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tips Mengatasi Efek Samping sebab Obat-Obatan

5 Tips Mengatasi Efek Samping sebab Obat-Obatan

Your Say | Jum'at, 22 April 2022 | 21:20 WIB

WASPADA Produk Ilegal Banyak Ditemukan di Minimarket Modern Tangerang Banten

WASPADA Produk Ilegal Banyak Ditemukan di Minimarket Modern Tangerang Banten

News | Jum'at, 22 April 2022 | 04:16 WIB

Obat yang Biasa Digunakan Ibu Hamil untuk Kecemasan Bisa Meningkatkan Risiko Cacat pada Bayi

Obat yang Biasa Digunakan Ibu Hamil untuk Kecemasan Bisa Meningkatkan Risiko Cacat pada Bayi

Health | Kamis, 21 April 2022 | 15:26 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×