facebook

3 Tanda Pasangan Kamu Mengidap Gangguan Kepribadian Ambang, Salah Satunya Takut Diabaikan

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
3 Tanda Pasangan Kamu Mengidap Gangguan Kepribadian Ambang, Salah Satunya Takut Diabaikan
Ilustrasi pasangan bertengkar. (Pexels.com/MART PRODUCTION)

Gangguan kepribadian ambang membuat penderitanya takut diabaikan atau ditolak.

Suara.com - Penderita gangguan kepribadian ambang atau boderline personality disorder (BPD) memiliki ketakutan parah terhadap rasa diabaikan, yang membuat mereka kesulitan menavigasi hubungan dengan orang lain.

Konselor kesehatan mental dari Massachusetts, Anthony Smith, mengatakan penyebab rasa takut diabaikan tersebut muncul akibat pengalaman di masa kanak-kanak penderita.

"Mereka mengembangkan kepekaan terhadap perilaku pengabaian dan penolakan, dan menjalani hidup untuk memastikan tidak mengalaminya lagi," kata Smith, dilansir Insider.

Penderita juga sering berpikiran buruk tentang dirinya sendiri dan kerap menyakiti diri sendiri secara verbal maupun fisik.

Baca Juga: Hits Kesehatan: Amber Heard Punya Masalah Kepribadian, Ciri-ciri Gejala Maag

Ilustrasi pasangan. (pexels/ Timur Weber)
Ilustrasi pasangan. (pexels/ Timur Weber)

Smith mengungkap beberapa tanda seseorang menjalin hubungan dengan penderita BPD:

1. Ketidaksepakatan berubah menjadi pertengkaran besar, lalu meminta maaf

Orang dengan gangguan kepribadian ambang sangat sensitif terhadap penolakan.

Jika perilaku pasangan memicu ketakutan tersebut, maka mereka akan marah. Terlepas dari apakah benar-benar ada ancaman atau tidak.

Penderita BPD bisa berbuat kasar secara verbal maupun fisik sebagai mekanisme koping bawah sadar. Seolah kemarahan tersebut melindungi mereka dapri rasa takut ditinggalkan.

Baca Juga: 5 Cara Mengenal Sifat Asli Kepribadian Diri Sendiri

Setelah mereka tenang, penderita akan meminta maaf dari pasangannya. Dinamika tarik-ulur ini dapat bertahan dalam hubungan mereka.

2. Baik mencintai atau membenci seseorang

Penderita BPD juga menggunakan pemikiran hitam-putih untuk melindungi diri dari perasaan diabaikan atau ditinggalkan.

Jadi, mereka hanya akan menganggap orang-orang di sekitarnya sebagai penjahat atau penyelamat.

Dalam beberapa kasus, penderita BPD mungkin akan melakukan tindakan ekstrem untuk membalas dendam kepada orang yang mereka anggap telah menyakiti.

3. Selalu menganalisis ekspresi dan tindakan orang lain

Kewaspadaan berlebihan atas tindakan orang lain bisa menjadi tanda seseorang memiliki gangguan kepribadian ambang.

Sebab, penderita selalu mencari 'sinyal' apakah pasangan akan meninggalkan mereka atau tidak.

Misalnya, ketika pasangan melamun, penderita BPD mungkin akan merasa dirinya membosankan dan khawatir pasangan akan pergi karena itu kesalahannya.

Akibatnya, mereka akan mengajukan banyak pertanyaan tentang apa yang pasangan pikirkan dan mengapa pasangan bertindak demikian.

Komentar