3 Mitos Seputar Tinggi Badan, Ternyata Begini Faktanya

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 28 April 2022 | 21:57 WIB
3 Mitos Seputar Tinggi Badan, Ternyata Begini Faktanya
Ilustrasi Tinggi Badan. (Shutterstock)

Suara.com - Tahukah Anda bahwa negara-negara di Eropa mendominasi sebagai 10 negara dengan rata-rata penduduk berbadan tinggi di dunia? Dan Belanda menjadi negara puncak yang penduduknya memiliki rata-rata tinggi badan 183,78 cm.

Di Indonesia sendiri, banyak orang yang terobsesi untuk memiliki tinggi badan ideal. Bukan hanya karena untuk menunjang penampilan, tetapi juga karena beberapa profesi yang mewajibkan tinggi badan tertentu, misalnya polisi, pramugari, dsb.

Hal ini pun kemudian membuat banyaknya mitos seputar tinggi badan yang beredar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Dr.O (Boney) dibawah naungan HR Group, salah satu shipper Ninja Xpress, memaparkan fakta-fakta seputar tinggi badan yang selama ini kerap disalahkaprahi. Ini dia, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

1. Orangtua bertubuh pendek, maka anaknya juga pasti bertubuh pendek
Banyak orang yang beranggapan bahwa tinggi badan seseorang itu 100% ditentukan oleh faktor keturunan atau genetik. Faktanya, ada banyak anak yang tumbuh tinggi meskipun kedua orangtuanya bertubuh pendek.
Memang benar, genetik itu akan mempengaruhi tinggi badan seseorang. Tapi, ada faktor-faktor lain yang juga berpengaruh, misalnya nutrisi, hormon, hingga aktivitas fisik seseorang.

Terutama mengenai nutrisi di masa pertumbuhan, ada kemungkinan bahwa orangtua pada zaman dahulu belum begitu terpenuhi kebutuhan nutrisinya sehingga berdampak terhadap tumbuh kembangnya. Sedangkan anak di zaman sekarang relatif tercukupi secara nutrisi dan banyak orangtua yang mulai sadar pentingnya menjaga asupan nutrisi untuk anak.

2. Anak laki-laki bertambah tinggi setelah khitan
Faktanya, secara medis belum ditemukan pengaruh antara khitan dengan tinggi badan. Mitos bahwa khitan bisa menambah tinggi badan anak laki-laki disebabkan karena umumnya mereka melakukan khitan di usia menjelang pubertas. Di saat ini, hormon testosteron anak laki-laki mulai diproduksi, dan akan berdampak terhadap penampilan fisik, termasuk tinggi badan.

3. Lompat tali bisa membuat tubuh tinggi
Mitos ini cukup populer meski belum ada riset yang membenarkannya. Di tahun 2017, ada riset yang melibatkan 176 remaja perempuan di Hongkong dan menemukan fakta bahwa latihan lompat (plyometric) hanya memiliki korelasi dengan peningkatan kepadatan mineral tulang pada remaja.

Riset ini memberikan fakta bahwa aktivitas lompat tali secara teratur bisa meningkatkan kepadatan tulang yang berkaitan dengan penurunan risiko osteoporosis di masa depan, namun tidak ada kaitannya dengan tinggi badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Diebetes, Hipertensi, dan Jantung Tak Boleh Makan Sate Kambing, Mitos atau Fakta?

Pasien Diebetes, Hipertensi, dan Jantung Tak Boleh Makan Sate Kambing, Mitos atau Fakta?

Health | Senin, 25 April 2022 | 17:35 WIB

Keluarga Ini Pecahkan Rekor Tertinggi di Dunia, Rata-Rata Tinggi Badan Lebih dari Dua Meter

Keluarga Ini Pecahkan Rekor Tertinggi di Dunia, Rata-Rata Tinggi Badan Lebih dari Dua Meter

Lifestyle | Sabtu, 23 April 2022 | 15:16 WIB

4 Mitos Seputar Lelaki yang Masih Dipercaya Perempuan, Termasuk Pura-Pura Kuat?

4 Mitos Seputar Lelaki yang Masih Dipercaya Perempuan, Termasuk Pura-Pura Kuat?

Lifestyle | Senin, 18 April 2022 | 04:15 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB