facebook

Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke Mata, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke Mata, Apa Itu?
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Penelitian terbaru menemukan virus corona Covid-19 tingkatkan risiko penggumpalan darah di mata.

Suara.com - Dampak jangka panjang virus corona Covid-19 tidak hanya mempengaruhi saluran pernapasan, tetapi juga bagian tubuh lainnya.

Baru-baru ini, tim peneliti pun mulai mencari tahu efek virus corona Covid-19 pada kesehatan pembuluh mata.

Data mereka menyoroti peningkatan prevalensi stroke mata yang menjadi 35 peren lebih umum selama pandemi virus corona Covid-19.

Studi baru telah memperingatkan bahwa pasien yang tertular virus corona Covid-19 mungkin berisiko tinggi mengalami pembekuan darah langka yang mengancam penglihatan selama berbulan-bulan setelah infeksi.

Baca Juga: Penelitian AS: Virus Corona Covid-19 Perburuk Kondisi Asma pada Anak-Anak

Kondisi ini juga dikenal sebagai stroke mata, yang bisa terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di bagian tubuh lain.

Studi ini dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa infeksi virus corona Covid-19 memiliki efek buruk pada pembuluh darah dan arteri, yang mana penyumbatan pembuluh darah terlihat di berbagai bagian tubuh.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Karena itu, para peneliti merasa termotivasi untuk mengidentifikasi proses virus corona ini meningkatkan risiko pembekuan di pembuluh darah dan arteri retina.

Para peneliti menghitung 65 kasus oklusi vena retina pada pasien dengan virus corona selama enam bulan.

"Meskipun angka itu rendah, ini mencerminkan peningkatan 54 persen yang signifikan secara statistik dibandingkan dengan tingkat infeksi pra-Covid-19," kesimpulan dari Medscape dikutip dari Express.

Baca Juga: Selain Orang Dewasa, Anak-anak Juga Berisiko Alami Long Covid-19

Data dalam JAMA Ophthalmology, menunjukkan pembekuan arteri retina 35 persen lebih sering terjadi setelah infeksi virus corona Covid-19 daripada sebelumnya.

Pembekuan arteri ini juga paling berisiko terjadi pada pasien dengan kondisi yang meningkatkan risiko masalah pembuluh darah, seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Tapi, data tersebut belum ada bukti bahwa virus corona Covid-19 yang menyebabkan masalah pembuluh darah di retina, sehingga masih perlu penelitian lebih lanjut.

Gumpalan arteri retina sering digambarkan sebagai suatu kondisi di mana arteri yang menuju ke mata menjadi tersumbat karena bekuan darah atau timbunan lemak terjebak di lorong.

Kondisi ini sangat terkait dengan pengerasan arteri, yang biasanya disebabkan oleh hiperkolesterolemia dan diabaikan cukup lama.

Saat arteri yang memasok mata tersumbat, hal ini menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf yang bertanggung jawab atas penglihatan.

Komentar