Penelitian AS: Virus Corona Covid-19 Perburuk Kondisi Asma pada Anak-Anak

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 08 Mei 2022 | 13:13 WIB
Penelitian AS: Virus Corona Covid-19 Perburuk Kondisi Asma pada Anak-Anak
Ilustrasi virus corona Covid-19, asma (Pixabay/educadormarcossv)

Suara.com - Saat kasus virus corona meningkat lagi di beberapa bagian dunia termasuk di India, sebuah studi baru menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 bisa memperburuk asma pada anak-anak.

Para peneliti menemukan bahwa asma pada anak-anak memburuk enam bulan setelah mereka dites positif virus corona Covid-19.

Penelitian yang dilakukan di antara 62.000 anak-anak di AS dengan asma mengungkapkan bahwa anak-anak yang terinfeksi lebih sering mengeluhkan masalah asma, rawat inap, penggunaan inhaler darurat, dan perawatan steroid secara signifikan selama enam bulan setelah positif virus corona.

Studi ini telah diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice. Studi ini juga bertentangan dengan pengamatan sebelumnya, yang menunjukkan bahwa virus corona pada anak-anak penderita asma tidak akan memperburuk kondisinya.

"Tujuan penelitian kami adalah menetapkan virus corona Covid-19 merupakan pemicu asma yang mengakibatkan kontrol asma yang buruk atau tidak," kata studi tersebut dikutip dari India Today.

Ilustrasi anak penderita asma. (Shutterstock)
Ilustrasi anak penderita asma. (Shutterstock)

Christine Chou dari Children's Health of Orange County, di California, mengatakan, anak-anak yang dinyatakan negatif virus corona telah meningkatkan kontrol asam mereka selama 6 bulan ke depan.

Artinya, hal ini membuat lebih sedikit kunjungan darurat, rawat inap, serta perawatan medis akibat asma pada anak.

Para peneliti percaya bahwa hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan perbaikan dalam pengendalian asma pada awal pandemi kemungkinan disebabkan oleh langkah-langkah kesehatan masyarakat, seperti tinggal di rumah dan penggunaan masker.

Sementara itu, data menunjukkan bahwa anak-anak penderita asma yang didiagnosis positif virus corona memiliki kontrol asma yang lebih buruk dalam enam bulan pertama setelah infeksi.

baca juga

"Efek pemicu asma dari SARS-CoV-2 kemungkinan ditutupi oleh penurunan keseluruhan eksaserbasi asma selama tinggal di rumah," kata para peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Medium Covid Juga Bisa Terjadi setelah Terinfeksi Covid-19, Kenali Gejalanya!

Medium Covid Juga Bisa Terjadi setelah Terinfeksi Covid-19, Kenali Gejalanya!

Health | Minggu, 08 Mei 2022 | 08:42 WIB

Hepatitis Akut Berkaitan dengan Vaksin Covid-19? IDAI Beri Penjelasan

Hepatitis Akut Berkaitan dengan Vaksin Covid-19? IDAI Beri Penjelasan

Health | Sabtu, 07 Mei 2022 | 12:33 WIB

Zaskia Adya Mecca Cerita Alami Malam Takbiran Penuh Kepanikan, Anak Bungsu sampai Dilarikan ke Rumah Sakit

Zaskia Adya Mecca Cerita Alami Malam Takbiran Penuh Kepanikan, Anak Bungsu sampai Dilarikan ke Rumah Sakit

Jogja | Jum'at, 06 Mei 2022 | 16:50 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×