Hasil Investigasi WHO: Hepatitis Akut Disebabkan Adenovirus, Bukan Covid-19

Rabu, 11 Mei 2022 | 10:38 WIB
Hasil Investigasi WHO: Hepatitis Akut Disebabkan Adenovirus, Bukan Covid-19
Ilustrasi hepatitis akut (Elements Envato)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO merilis hasil identifikasi terhadap 348 kasus probable hepatitis akut yang terjadi baru-baru ini.

Hasilnya, WHO menyatakan bahwa hipotesis utama penyakit tersebut disebabkan oleh adenovirus. Hingga saat ini, WHO juga belum bisa memastikan keterkaitan Covid-19 terhadap penyakit hepatitis misterius tersebut.

"Saat ini, hipotesis utama tetap yang melibatkan adenovirus, juga masih pertimbangan penting tentang peran Covid, baik sebagai koinfeksi atau infeksi masa lalu," kata peneliti program hepatitis global WHO Philippa Easterbrook, dikutip dari Channel News Asia.

Hingga kini, kasus hepatitis akut berat telah dilaporkan di 20 negara, dengan 70 kasus tambahan dari 13 negara lainnya yang masih menunggu klasifikasi karena hasil tes belum keluar.

Hanya enam negara yang melaporkan lebih dari lima kasus, salah satunya Inggris yang paling banyak dengan lebih dari 160 anak terinfeksi.

"Selama seminggu terakhir, ada beberapa kemajuan penting dengan penyelidikan lebih lanjut dan beberapa penyempurnaan hipotesis kerja," kata Easterbrook.

Dia menambahkan, Inggris tengah melakukan serangkaian studi komprehensif untuk melihat genetika anak-anak yang terinfeksi, respons kekebalannya, virus, serta studi epidemiologi lebih lanjut.

Pengujian lebih lanjut dalam seminggu terakhir mengonfirmasi bahwa sekitar 70 persen dari kasus dinyatakan positif adenovirus dengan sub-tipe 41. Virus tersebut biasanya menyebabkan masalah gastroenteritis atau gangguan pencernaan.

Pengujian juga menunjukkan bahwa sekitar 18 persen kasus secara aktif dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga: Bill Gates Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini

"Fokus besar selama minggu depan adalah melihat pengujian serologis untuk paparan dan infeksi sebelumnya dengan Covid," imbuh Easterbrook.

Ilmuwan menargetkan kalau seminggu ke depan harus ada data dari Inggris pada studi kasus kontrol yang membandingkan apakah tingkat deteksi adenovirus berbeda dari anak-anak yang dirawat di rumah sakit lainnya.

"Itu akan sangat membantu mempertajam apakah adenovirus hanya infeksi insidental yang telah terdeteksi, atau ada hubungan kausal atau kemungkinan kausal," kata Easterbrook.

Dia mengatakan bahwa studi mikroskopis sampel hati dan biopsi tidak menunjukkan ciri khas yang mungkin diharapkan dengan peradangan hati karena adenovirus.

Adenovirus biasanya menyebar melalui kontak pribadi secara dekat, droplet, dan permukaan. Gangguan yang ditimbulkan umumnya menyebabkan gejala pernapasan, konjungtivitis atau bahkan gangguan pencernaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI