Libur Lebaran Selesai, Satgas Covid-19 Sebut Tidak Ada Kenaikan Kasus Covid-19

M. Reza Sulaiman

Rabu, 11 Mei 2022 | 22:14 WIB
Libur Lebaran Selesai, Satgas Covid-19 Sebut Tidak Ada Kenaikan Kasus Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)

Suara.com - Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih kondusif setelah libur Lebaran 2022 selesai mendapat tanggapan dari Satgas Covid-19.

Dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan Satgas Penanganan COVID-19 telah melakukan evaluasi perkembangan pada 8 provinsi terutama pada daerah-daerah tujuan mudik terbesar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta DI Yogyakarta, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Kasus positif, kasus aktif, kematian BOR serta positivity rate kedelapannya terus Mengalami penurunan yang signifikan," kata Wiku, Rabu (11/5/2022).

Perkembangan pada 8 provinsi menjadi pertimbangan utama pelonggaran pengaturan perjalanan di Indonesia. Seiring juga dengan penurunan kasus COVID-19 tingkat Global, sehingga beberapa negara mulai melonggarkan pengaturan perjalanan secara berkala.

Meski demikian, evaluasi indikator perkembangan kasus COVID-19 pada 8 provinsi tersebut cukup penting dilakukan paska periode libur panjang. Dikarenakan dalam periode lebaran dengan tingginya mobilitas masyarakat serta adanya kemungkinan lengahnya protokol kesehatan saat kegiatan berkumpul. Sehingga, tetap ada potensi peningkatan penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

Jika melihat kembali pada pembelajaran paska libur panjang sebelumnya, dampak pada perkembangan kasus terlihat pada 2 - 3 minggu setelahnya. Dan hasil evaluasi dapat menjadi antisipasi bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, apabila terjadi kenaikan sedikit kasus, maka segera diatasi.

Pada periode kali ini, evaluasi pada 8 provinsi tersebut perkembangannya cukup bervariasi pada kasus positif, sembuh, meninggal dan kasus aktif serta tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR). Kabar baiknya, secara kasus positif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan. Pada kasus positif dalam 7 hari terakhir, penambahan tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat sebanyak 6 kasus.

Lalu, pada persentase kesembuhan harian di seluruh provinsi mengalami kenaikan. Data per 9 Mei 2022, persentase kesembuhan di seluruh provinsi sudah lebih dari 90 persen. Dengan tertinggi yaitu DKI Jakarta 98,7 persen, Jawa Barat 98,4 persen dan Sumatera Utara 97,8 persen.

Selanjutnya, pada kasus kematian mingguan di seluruh provinsi dalam 3 bulan terakhir mengalami penurunan. Namun, Jawa Tengah beberapa minggu terakhir masih mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Penambahan kematian dalam 7 hari terakhir tertinggi juga di Jawa Tengah yaitu 63 kasus. Sementara penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu 0 kasus.

baca juga

Untuk kasus aktif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan dan per 8 Mei 2022, penambahan kasus aktif tertinggi di Jawa Barat yaitu 1.598 dan penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu 92 kasus.

Pada persentase BOR ruang isolasi rumah sakit rujukan COVID-19, masih terbilang sangat rendah yakni sekitar 0,35 sampai 2,71 persen saja. Jika melihat pada 8 provinsi tersebut, persentase tertinggi di DI Yogyakarta sebesar 2,71 persen. Sementara terendah di Lampung yaitu 0,99 persen.

Kabar baik lainnya, angka positivity rate dari tes PCR terus menurun. Jika pertengahan Maret lalu angkanya lebih dari 30 persen, di minggu lalu turun drastis hingga 1,73 persen orang positif dari total diperiksa. Sayangnya jumlah orang diperiksa mingguan mengalami penurunan. Jika pada pertengahan Maret lalu mencapai lebih dari 1 juta orang diperiksa perminggu, kini angkanya terus menurun hingga minggu lalu sekitar 300 ribu orang.

"Hal ini perlu kita tingkatkan karena semakin banyak yang dites, maka kita akan semakin dapat melihat gambaran penularan COVID-19 yang akurat di tengah masyarakat," lanjutnya.

Disamping itu, yang penting diwaspadai bersama ialah tren kenaikan mobilitas ternyata tidak hanya dialami oleh provinsi tujuan mudik, namun hampir merata pada 33 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dari data Google mobility per 06 Mei 2022, kenaikan mobilitas umumnya terjadi pada lokasi ritel dan rekreasi, toko bahan makanan, taman dan pusat transportasi umum. Sementara mobilitas di tempat kerja dan perkantoran secara keseluruhan menurun.

Secara wilayah, kenaikan mobilitas tertinggi pada tempat retail dan rekreasi berada di Sumatera Barat naik 110 persen, Jawa Tengah naik 85 persen dan Lampung naik 81 persen. Pada toko bahan makanan, Sumatera Barat naik 153 persen, Lampung naik 127 persen dan Jawa Tengah naik 118 persen.

Pada taman termasuk pantai dan ruang terbuka umum, Sumatera Barat naik 280 persen persen, Riau naik 225 persen dan Lampung naik 219 persen. Sementara, pusat transportasi umum, Lampung naik 237 persen, Jawa Tengah naik 127 persen dan Sumatera Barat naik 71 persen. Meski demikian, satu-satunya provinsi yang menurun mobilitasnya adalah DKI Jakarta yang terjadi pada 4 dari 5 lokasi survei, kecuali pada area taman meningkat sangat kecil yaitu 8 persen.

Untuk itu, demi mempertahankan penurunan kasus yang cukup signifikan, dan demi mencapai aktivitas masyarakat dan kehidupan berangsur kembali seperti sebelum pandemi, masyarakat harus senantiasa mengingat bahwa kuncinya adalah kesadaran dan disiplin diri masing-masing individu untuk menjaga diri dari menular dan tertular.

Perlu diwaspadai bersama, bahwa terjadinya kenaikan mobilitas yang merata diiringi peningkatan Interaksi masyarakat sehingga semakin tinggi risiko terbentuknya kerumunan. Masyarakat seharusnya menjaga diri dari potensi tertular dan menularkan dengan cara yang mudah, yaitu tetap memakai masker semaksimal mungkin saat bertemu dengan orang lain, atau berada di tempat umum dan keramaian.

Kemudian terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang harusnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hal penting lainnya, ialah kesadaran tinggi untuk dites bagi masyarakat yang memiliki riwayat bepergian jarak jauh dan mengunjungi lokasi keramaian. Terlebih bagi yang merasa bergejala dimohon secara sadar segera dites.

"Tak henti saya ingatkan jangan sampai ternyata kita tertular dan menjadi sumber penularan bagi orang disekitar kita. Terutama kelompok rentan seperti lansia anak-anak dan penderita komorbid," pungkas Wiku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×