facebook

Jalani Diet Flexitarian, Drew Barrymore Terobsesi dengan Nugget Mycroprotein yang Rasanya Mirip Daging Ayam

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Jalani Diet Flexitarian, Drew Barrymore Terobsesi dengan Nugget Mycroprotein yang Rasanya Mirip Daging Ayam
Drew Barrymore. (Shutterstock)

Apa itu mycroprotein?

Suara.com - Aktris Drew Barrymore mengaku bahwa dirinya mengikuti diet flexitarian nabati dan mengganti nugget ayam biasa dengan pengganti daging nabati yang disebut mycoprotein.

Prinsip utama diet flexitarian adalah mengikuti sebagian besar gaya makan vegetarian. Namun, sesekali boleh makan produk hewani.

Pemain film Charlie's Angel ini mengaku bahwa ia dan keluarganya terobsesi dengan nugget ayam tanpa daging buatan Quorn.

Ia mengaku rasa nugget tersebut sama seperti makan nugget ayam pada umumnya.

Baca Juga: Benarkah Anak dengan Pola Makan Vegetarian Tumbuh Lebih Cepat Dibanding Non-vegetarian?

Menurut Insider, makanan mycroprotein telah mendapat perhatian sebagai pengganti daging asli yang bergizi dan belanjutan.

Ilustrasi Nugget (Envato Elements by sea_wave)
Ilustrasi Nugget (Envato Elements by sea_wave)

Mycroprotein bisa menyehatkan bagi banyak orang

Daging mycroprotein terbuat dari jamur, dan memiliki tekstur berserat yang meniru daging ayam atau sapi.

Ini adalah sumber protein rendah lemak, dengan 11 gram protein dalam setiap porsi 85 kalori. Daging ini juga mengandung protein yang lebih lengkap dari banyak pilihan produk nabati, dengan mengandung dosis asam amino esensial yang besar dan kuat.

Mycroprotein juga kaya akan vitamin serta serat, nutrisi penting untuk mengelola rasa lapar, pencernaan yang sehat, dan gula darah yang stabil.

Baca Juga: Ahli Bagikan 5 Tips Kembalikan Pola Makan Sehat Usai Puasa dan Lebaran

Namun, dalam kasus yang jarang, mycroprotein dapat memicu alergi. Sekitar satu per 9 juta paket, menurut sebuah penelitian.

Gejala yang muncul bisa berupa mual atau tanda masalah gastrointestinal lainnya.

Kesehatan mycroprotein juga tergantung bagaimana makanan disiapkan. Jika diproses tinggi, kemungkinan makanan memiliki risiko kesehatan walau itu nabati.

Komentar