facebook

Benarkah Diet Defisit Kalori Efektif Untuk Menurunkan Berat Badan?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Benarkah Diet Defisit Kalori Efektif Untuk Menurunkan Berat Badan?
Ilustrasi Diet (freepik)

Defisit kalori seringkali jadi strategi untuk menurunkan berat badan. Apakah efektif?

Suara.com - Defisit kalori seringkali jadi strategi untuk menurunkan berat badan. Tetapi, ada pula yang meski sudah mengurangi asupan kalori tetap tidak bisa menurunkan berat badan.

Lalu muncul pertanyaan, apakah asupan yang dikurangi memang cukup untuk mengurangi kalori untuk menurunkan berat badan?

Anjuran dari Harvard Medical School, menghitung kecukupan kalori dengan kalikan 15 berat badan saat ini. Hasilnya, kira-kira itu jumlah kalori yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badan.

"Katakanlah Anda seorang wanita dengan tinggi 155 cm dan berat 70kg, Anda perlu menurunkan sekitar 7kg untuk memiliki berat badan yang sehat. Jika Anda mengalikan 155 dengan 15, Anda akan mendapatkan 2.325, yang merupakan jumlah kalori per hari yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badan Anda saat ini," laporan Harvard Medical School, dikutip dari Times of India.

Baca Juga: Makin Cantik dan Langsing, Diet Berhasil Penampilan Terbaru Kekeyi Bikin Pangling

Untuk menurunkan berat badan, tentu harus menurunkan jumlah kalorinya. Namun, asupan kalori tidak boleh di bawah 1.200 per hari untuk perempuan dan 1.500 per hari pada laki-laki, kecuali di bawah pengawasan seorang profesional kesehatan.

"Makan terlalu sedikit kalori dapat membahayakan kesehatan Anda dengan menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan," lapor Harvard.

Mengatur berat badan butuh pendekatan yang lebih tepat dari sekadar menghitung kalori. Meskipun mengurangi kalori berdampak terhadap banyak orang, itu tidak dapat dikatakan sebagai pendekatan yang optimal yang dapat dijelaskan mengapa olahraga berat membantu banyak orang untuk menurunkan berat badan.

Para ahli mengingatkan bahwa makan lebih sedikit kalori juga memperlambat metabolisme. Ketika mengurangi kalori, sebenarnya membuat tubuh kelaparan. Hal itu mendorong tubuh untuk melakukan mode hemat energi sebagai akibatnya metabolisme melambat.

Metabolisme yang lebih lambat berarti lebih sedikit kalori yang akan digunakan. Sehingga oembakaran lemak pun menjadi lambat.

Baca Juga: Dibully Gegara Gendut, Marshanda Bersyukur Kebanjiran Job

Meskipun jumlah kalori masih aman, tubuh akan menjadi sangat lapar dan mungkin konsumsi makanan yang tidak sehat lebih banyak.

Komentar