facebook

Virus Hendra: Ketahui Cara Penularan, Gejala, dan Pencegahannya

Yasinta Rahmawati
Virus Hendra: Ketahui Cara Penularan, Gejala, dan Pencegahannya
Ilustrasi kuda sebagai inang dari virus Hendra. (Foto oleh Lum3n dari Pexels)

Munculnya virus Hendra kembali wajib menjadi perhatian publik, karena memiliki gejala yang cukup mirip dengan flu. Simak ulasannya di sini!

Suara.com - Baru-baru ini dikabarkan muncul varian virus Hendra baru. Virus ini disebut menjadi ancaman baru setelah Covid-19 dan hepatitis misterius yang beberapa waktu lalu sempat menggemparkan dunia.

Nah untuk lebih mengenalnya, berikut sedikit penjelasan terkait virus Hendra yang bisa dibagikan.

Apa Itu Virus Hendra?

Secara resmi WHO menerangkan bahwa virus Hendra merupakan penyakit yang menular ke manusia melalui hewan, tepatnya kelelawar spesies tertentu. Penyakit ini kemudian masuk dalam golongan penyakit zoonosis.

Baca Juga: Geger Virus Hendra, Virus yang Diduga dari Kelelawar dan Sebabkan Korban Meninggal Dunia

Virus ini, seperti diungkapkan dalam Jurnal Biologi Indonesia, memiliki kemiripan dengan virus Nipah. Infeksi yang terjadi pada manusia dan kuda ditemukan pertama kali pada tahun 1994 lalu di Australia. Di Indonesia, virus Hendra muncul pertama kali pada kelelawar pemakan buah di Sumatera Utara. 

Sejak 1994 hingga 2013, infeksi virus Hendra pada manusia masih jarang terjadi, hanya tujuh kasus yang dilaporkan.

Cara Penularan Virus Hendra

Mengutip CDC, penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra. Kuda dapat terinfeksi setelah terpapar virus dalam urine kelelawar pemakan buah yang terinfeksi.

Namun sampai saat ini, belum ada penularan virus Hendra dari manusia ke manusia yang telah didokumentasikan.

Baca Juga: Wisata Alternatif Sambil Menunggang Kuda di Kawasan Kanal Banjir Timur

Apa itu Virus Hendra: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahan. (Pexels)
Ilustrasi kuda, inang virus hendra. (Pexels)

Gejala yang Muncul

Masih mengacu pada Jurnal Biologi Indonesia (dalam katadata.co.id) gejala virus ini pada kuda antara lain adalah demam, pembengkakan di bagian wajah, bibir, dan leher, rasa depresi, ataxia, mengalami paralisis pada muka, disorientasi, terlalu sensitif saat didekati, infeksi saluran pernapasan, muncul lendir ingus yang disertai dengan darah, encephalitis akut, hingga menimbulkan kematian.

Pada manusia, gejala yang muncul adalah infeksi saluran pernapasan atas hingga gangguan neurologis.

Pencegahan Infeksi Virus Hendra

Untuk pencegahan virus ini sendiri, langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.
  • Jika memiliki kuda atau bersentuhan dengan kuda, jangan cium di bagian moncongnya.
  • Pastikan selalu menutup luka atau lecet di kulit sebelum memegang kuda.
  • Cuci tangan setelah memegang mulut dan hidung kuda.
  • Bilas bagian tubuh yang terkena cairan tubuh atau kotoran kuda dengan segera.
  • Pastikan jangan banyak orang yang merawat kuda saat tiba-tiba sakit.
  • Gunakan APD untuk mencegah kontaminasi kulit, mata, hidung, dan mulut dari cairan tubuh kuda.

Itu tadi sekilas mengenai virus Hendra yang bisa dibagikan, semoga menjadi informasi yang berguna untuk Anda. Selamat melanjutkan aktivitas!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Komentar