facebook

Setelah Alami Keguguran, Kapan Waktu yang Tepat untuk Hamil Lagi?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Setelah Alami Keguguran, Kapan Waktu yang Tepat untuk Hamil Lagi?
ilustrasi keguguran [shutterstock]

Hal yang membingungkan adalah tidak ada aturan khusus tentang seberapa jauh jarak upaya untuk hamil lagi setelah keguguran.

Suara.com - Wanita yang pernah mengalami keguguran mungkin akan bertanya-tanya kapan bisa kembali mencoba untuk hamil lagi. Kapan waktu yang tepat?

Menurut Verywell Family, menstruasi akan kembali dalam waktu empat hingga enam minggu setelah waktu keguguran. Setelahnya, Anda bisa mencoba untuk hamil lagi.

Dalam kasus lain, dibutuhkan beberapa siklus menstruasi untuk bisa hamil lagi.

Hal yang membingungkan adalah tidak ada aturan khusus tentang seberapa jauh jarak upaya untuk hamil lagi setelah keguguran.

Baca Juga: Disetubuhi Berkali-kali Hingga Hamil oleh Sang Pacar yang Tak Mau Tanggung Jawab, Siswi SMP Ini Lapor Polisi

Ilustrasi keguguran. (Pexels)
Ilustrasi keguguran. (Pexels)

Namun, banyak dokter akan menyarankan pasien untuk menunggu sekitar tiga bulan sebelum mencoba lagi karena beberapa alasan, seperti:

  • Risiko

Beberapa dokter merujuk pada peningkatan risiko keguguran berulang jika pasangan hamil terlalu cepat, meskipun bukti seputar klaim ini beragam.

  • Duka

Beberapa mengatakan pasangan membutuhkan waktu untuk berduka atas kehilangan yang dialami.

  • Waktu

Beberapa merekomendasikan untuk menunggu setidaknya satu siklus menstruasi untuk membuat waktu kehamilan berikutnya lebih mudah.

Selain itu, terkadang tingkat hormon human chorionic gonadotropin (hCG) tidak segera turun ke nol atau ke tingkat yang terdeteksi setelah keguguran, berisiko membuat tes kehamilan menunjukkan hasil positif palsu jika dilakukan terlalu cepat.

Baca Juga: Kakak Minta Adiknya untuk Poligami karena Ipar Tak Kunjung Hamil, Berujung Diamuk sampai Dikunjungi Pak RT

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan menunggu lebih lama lagi, yakni enam bulan, antara keguguran dengan kehamilan berikutnya. Alasannya, untuk mengurangi risiko hasil yang merugikan.

Komentar