facebook
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet dan Microchip, Mitos atau Fakta?

M. Reza Sulaiman
Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet dan Microchip, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi vaksin covid-19 (Pexels)

Kabar tentang kandungan magnet hingga microchip di dalam vaksin Covid-19 masih berseliweran di media sosial. Mitos atau fakta?

Suara.com - Kabar tentang kandungan magnet hingga microchip di dalam vaksin Covid-19 masih berseliweran di media sosial. Mitos atau fakta?

Kekhawatiran tentang kandungan microchip pada vaksin menjadi alasan sebagian masyarakat masih enggan mendapatkan suntikan vaksin pertama.

Bahkan, sebuah video beredar memperlihatkan koin yang menempel di kulit seseorang, usai mendapatkan suntikan vaksin. Apa sebenarnya yang terjadi?

Berdasarkan situs resmi Satgas Covid-19, vaksin Covid-19 tidak mengandung microchip. Vaksin diciptakan untuk melawan penyakit dan bukan digunakan untuk melacak pergerakan seseorang.

Baca Juga: Bukan Cuma Masalah Perempuan, Ini 5 Mitos Ketidaksuburan yang Perlu Pria Tahu

mitos atau fakta vaksin mengandung magnet dan microchip. (Dok. Satgas Covid-19)
mitos atau fakta vaksin mengandung magnet dan microchip. (Dok. Satgas Covid-19)

"Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan bagi kita dan orang-orang di sekitar kita, dari ancaman virus Corona," tulis Satgas.

Sementara itu mengutip BBC melalui program Reality Check, Ahli Medan Magnet, Eric Palm dari National High Magnetic Field Laboratory, mengatakan tidak mungkin vaksin Covid-19 mengandung magnet.

Ini karena kata Eric, jarum untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 ke dalam tubuh ukurannya sangat kecil yakni berukuran sepersekian milimeter. Sehingga jika pun benar ada partikel magnet di dalam vaksin ukurannya akan sangat kecil.

"Ukurannya yang sangat kecil itulah, yang tidak akan memiliki kekuatan magnetik yang cukup untuk menahan magnet atau koin menempel di kulit lengan," jelas Palm.

Lebih lanjut kata dia, tanpa adanya magnet sekalipun koin bisa dengan mudah menempel di kulit apabila kulit lengket dan cenderung berminyak. Bahkan menurut Palm percaya atau tidak, saat masih anak-anak kita pernah mencoba hal serupa.

Baca Juga: CEK FAKTA: Penyebab Hepatitis Akut pada Balita karena ASI dari Ibu yang Divaksin Covid-19, Benarkah?

"Anda bisa dengan mudah menempelkan koin ke kulit Anda, dan kita sudah melakukannya sejak anak-anak menempelkan koin ke dahi," ungkapnya.

Kesimpulan: Mitos

Vaksin mengandung microchip dan membuat tubuh menjadi magnetis adalah mitos. Ini adalah bagian dari teori konspirasi jahat yang digunakan untuk menyebar hoaks.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar