Bahaya Beri Madu ke Bayi di Bawah 1 Tahun, Berisiko Kena Infeksi Botulinum!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 26 Mei 2022 | 17:49 WIB
Bahaya Beri Madu ke Bayi di Bawah 1 Tahun, Berisiko Kena Infeksi Botulinum!
Ilustrasi bayi (istockphoto.com)

Suara.com - Madu terbukti mengandung nutrisi penting untuk kesehatan, dari protein, vitamin C hingga fosfor. Tidak heran bila orangtua menganggap pemanis alami ini bagus untuk bayi mereka.

Namun faktanya, memberikan madu kepada bayi baru lahir hingga usia satu tahun tidak diperbolehkan. Sebab, ini dapat mengakibatkan infeksi botulinum.

Hal ini diperingatkan oleh seorang Nurse Educator, Rizal Do, melalui cuitannya di Twitter pada Rabu (25/5/2022).

"Tolong diinget-inget! Bayi (usia 0-1 tahun) GA BOLEH diberi madu karena berisiko infeksi botulinum. Kan, biasanya mertua atau orang tua ngasih madu pas bayi rewel," tulisnya di akun Twitter @afrkml.

Bayi di bawah satu tahun tidak boleh diberi madu (Twitter)
Bayi di bawah satu tahun tidak boleh diberi madu (Twitter)

Hal yang sama juga berlaku pada pemberian kopi pada bayi, terutama saat sedang kejang. Sebab, kandungan kafein di dalam kopi dapat meningkatkan detak jantung bayi.

Infeksi botulinum atau botulisme merupakan keracunan serius yang disebabkan oleh toksin atau racun pada bakteri Clostridium botulinum.

Menurut laman Kids Health, bakteri tersebut dapat menempel pada permukaan, seperti karpet dan lantai, juga dapat mencemari madu.

"Karenanya, bayi di bawah satu tahun tidak boleh diberi madu," tulis Kids Health.

Gejala botulisme pada bayi berupa:

baca juga
  • Sembelit (biasanya menjadi tanda pertama)
  • Otot wajah lemah, membuat wajah bayi terlihat 'datar'
  • Tangisan terdengar lemah
  • Otot lengan, kaki, dan leher lemah
  • Masalah pernapasan
  • Kesulitan menelan karena banyak air liur
  • Sulit makan atau bergerak seperti biasanya

Bayi yang menderita botulisme memerlukan perawatan rumah sakit, biasanya di unit perawatan intensif (ICU). Meski jarang terjadi, botulisme termasuk kondisi serius.

Salah satu cara mengurangi risiko botulisme pada bayi adalah dengan tidak memberi madu atau makanan olahan apa pun dengan madu sebelum di atas usia satu tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Praktik Industri Rumahan Madu Oplosan Digerebek, Madu Asli Hanya 5 Persen Selebihnya Dioplos

Praktik Industri Rumahan Madu Oplosan Digerebek, Madu Asli Hanya 5 Persen Selebihnya Dioplos

Sumsel | Minggu, 22 Mei 2022 | 09:27 WIB

Kota Ini Jadi Tujuan Bulan Madu Juragan Tanah Asal Cirebon yang Nikahi Gadis 19 Tahun

Kota Ini Jadi Tujuan Bulan Madu Juragan Tanah Asal Cirebon yang Nikahi Gadis 19 Tahun

Jabar | Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:15 WIB

10 Potret Liburan Nana Mirdad dan Andrew White di Swiss, Romantis Bak Bulan Madu

10 Potret Liburan Nana Mirdad dan Andrew White di Swiss, Romantis Bak Bulan Madu

Entertainment | Selasa, 17 Mei 2022 | 13:25 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×