Awas, Bakteri pada Pancuran dan Kran Bisa Sebabkan Penularan Pneumonia

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 31 Mei 2022 | 16:09 WIB
Awas, Bakteri pada Pancuran dan Kran Bisa Sebabkan Penularan Pneumonia
Ilustrasi pancuran, shower (Freepik)

Suara.com - Bakteri adalah agen infeksi mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Menghirup beberapa mikroba, yaitu bakteri Legionella telah dikaitkan dengan cara penularan pneumonia berpotensi mematikan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 1 dari 10 orang yang terkena penyakit pneumonia ini meninggal dunia.

Bakteri Legionella penyebab penyakit egionnaires yang berpotensi mematikan, biasanya berkembang biak di pancuran (shower) atau saluran air yang sering digunakan.

Bakteri tersebut berspesialisasi dalam menginfeksi sel kekebalan manusia, seperti makrofag yang bertugas membasmi penjajah asing.

Saat orang menyalakan pancuran atau keran, tetesan air yang terkontaminasi bakteri Legionella akan menyebar melalui semprotan yang dihasilkan dalam tetesan kecil yang dikenal sebagai aerosol

"Orang-orang menghirup aerosol ini ke paru-paru melalui aspirasi karena mereka cukup kecil untuk dihirup," kata CDC dikutip dari Express.

Orang Sakit.  (Pixabay.com)
Ilustrasi gejala pneumonia. (Pixabay.com)

Kemudian, paru-paru akan terinfeksi bakteri Legionella dan orang tersebut terkena penyakit Legionnaires atau demam Pontiac.

"Penyakit legiuner adalah bentuk pneumonia yang berpotensi fatal dan semua orang rentan terhadap infeksi," jelasnya.

Mereka yang sangat rentan terhadap radang paru-paru yang parah, termasuk perokok, peminum berat, orang yang menderita penyakit pernapasan kronis, penderita diabetes dan orang berusia di atas 45 tahun.

baca juga

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 1 dari setiap 10 orang yang terjangkit penyakit ini meninggal karena komplikasi.

“Bagi mereka yang terkena penyakit Legionnaire selama tinggal di fasilitas kesehatan, sekitar satu dari empat akan meninggal,” tambah CDC.

Di sisi lain, demam Pontiac juga disebabkan oleh bakteri Legionella yang bisa menyebabkan demam, sakit kepala dan nyeri otot.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menjadi lebih parah dalam minggu pertama an orang yang terinfeksi mungkin mengalami gejala lebih lanjut, seperti batuk berdahak hijau dan sesak napas.

Hampir setengah dari pasien dengan gangguan tersebut mengembangkan penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf, seperti kebingungan, delirium, depresi, disorientasi, dan halusinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal 8 Gejala Sinusitis, yang Hampir Sama seperti Pilek atau Flu

Mengenal 8 Gejala Sinusitis, yang Hampir Sama seperti Pilek atau Flu

Health | Minggu, 29 Mei 2022 | 20:16 WIB

Ilmuwan Chile Temukan Bakteri di Antartika yang Resisten Terhadap Antibiotik

Ilmuwan Chile Temukan Bakteri di Antartika yang Resisten Terhadap Antibiotik

Jogja | Kamis, 26 Mei 2022 | 15:24 WIB

Cara Mencegah Vagina Gatal Akibat Keputihan

Cara Mencegah Vagina Gatal Akibat Keputihan

Health | Kamis, 26 Mei 2022 | 19:20 WIB

Terkini

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

×