facebook

Minum Kopi Justru Turunkan Risiko Kanker dan Penyakit Jantung, Ini Kata Ahli

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Minum Kopi Justru Turunkan Risiko Kanker dan Penyakit Jantung, Ini Kata Ahli
Ilustrasi minum kopi (Shutterstock).

Ahli menemukan minum kopi justru menurunkan risiko penyakit kronis yang membuat seseorang lebih berisiko rendah mati muda.

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan orang yang suka minum kopi justru berpotensi hidup lebih lama. Hal itu bahkan ketika mereka menambahkan gula dalam kopinya.

Para ilmuwan melacak 171.000 orang Inggris yang suka minum kopi. Mereka menemukan kopi bisa menurunkan risiko mati muda.

Bahkan, mereka bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari minum kopi jika mereka menambahkan gula dalam minumannya.

Dr. Dan Liu, dari Southern Medical University di China, mengatakan studi ini menemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi dalam jumlah sedang dan menambahkan gula setiap harinya, sekitar 30 persen lebih kecil risikonya meninggal dunia karena penyebab apapun.

Baca Juga: Indra Bruggman Merasa Lebih Mudah Kelelahan, Benarkah Efek Hipertiroid?

Penikmat kopi juga berisiko kecil menderita kanker atau penyakit jantung dalam penelitian tersebut.

Ilustrasi minum kopi (pixabay.com)
Ilustrasi minum kopi (pixabay.com)

Studi ini melacak orang paruh baya di Inggris antara 2009 dan 2018 untuk melihat seberapa besar kemungkinan mereka meninggal dalam periode tujuh tahun.

Setiap jumlah kopi hitam tanpa pemanis menurunkan risiko ini antara 16 hingga 21 persen untuk kondisi medis tersebut.

Sedangkan dilansir dari The Sun, 1,5 sampai 3,5 cangkir kopi per hari dengan satu sendok teh gula masing-masing memangkas risiko kondisi medis tersebut sebesar 29 hingga 31 persen.

Kopi dinilai baik untuk kesehatan karena bijinya dikemas dengan antioksidan yang membantu tubuh melawan sel dan bahan kimia berbahaya.

Baca Juga: Berat Badan Indra Bruggman Turun Drastis Akibat Hipertiroid, Ternyata Ini Hubungannya!

Studi sebelumnya juga menemukan peminum kopi mungkin memiliki tingkat yang lebih rendah dari diabetes tipe 2, Parkinson, Alzheimer dan penyakit hati.

Dr Liu mengatakan penelitian yang terungkap dalam jurnal Annals of Internal Medicine adalah penelitian pertama yang membuktikan bahwa kopi manis pun bisa menyehatkan.

Tapi, penelitian itu mengingatkan tambahan susu dan gula dalam kopi atau minum kopi lebih dari 4,5 cangkir setiap hari tidak akan memberikan manfaat serupa.

"Kopi dipercaya berkontribusi pada efek antioksidan tubuh melalui kafein dan asam klorogenat," kata Dr Christina Wee, wakil editor jurnal tersebut.

Pada orang yang suka kopi tanpa peanis, minum sekitar 3 cangkir per hari memiliki risiko yang lebih rendah. Pada orang yang suka kopi manis, minum sekitar 2 cangkir sehari memiliki risiko yang lebih rendah.

"Ini menunjukkan bahwa asupan kopi moderat mungkin bermanfaat untuk kesehatan, tapi penelitian ini tidak mempertimbangkan kebiasaan lain ketika minum kopi, seperti mencelupkan biskuit atau samping makan sepotong kue," kata Dr Duane Mellor, ahli diet di Aston University.

Bukti ilmiah menyimpulkan bahwa konsumsi kopi moderat 4-5 cangkir per hari dapat berkontribusi pada diet yang sehat dan seimbang, bahkan memberikan manfaat kesehatan.

Komentar