Dokter Anjurkan Anak Usia 2 Tahun untuk Tetap Konsumsi Susu

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 02 Juni 2022 | 13:10 WIB
Dokter Anjurkan Anak Usia 2 Tahun untuk Tetap Konsumsi Susu
Anak minum susu (Shutterstock)

Suara.com - Anak usia 2 tahun yang sudah menjalani ASI eksklusif masih tetap dianjurkan mengonsumsi susu, terutama susu dengan kandungan tambahan seperti zat besi dan vitamin C untuk mencegah anak mengalami anemia. Hal itu dikatakan oleh Kepala Health Collaborative Center Dr. dr. Ray Wagiu, MKK.

"Angka anemia di Indonesia masih tinggi banget. Ini masalah klasik dari Indonesia merdeka sampai sekarang kayanya angkanya gak turun-turun banget. Dari riset ditemukan kalau satu dari tiga anak mengalami anemia," katanya dalam siaran langsung Instagram, Rabu (1/6/2022).

Nutrisi zat besi dan vitamin C memang bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan. Tetapi, masih ada kemungkinan makanan padat yang dikonsumsi anak belum mencukupi sepenuhnya kebutuhan nutrisi tubuh. Terutama kecukupan zat besi yang menjadi nutrisi utama dalam pencegahan anemia.

"Zat besi itu paling banyak ada di daging. Sedangkan anak-anak kadang juga agak susah makan daging, jadi nutrisinya kurang," ujarnya.

Dokter Ray mengatakan bahwa susu bisa menjadi pelengkap kekurangan nutrisi tersebut. Walaupun jargon kesehatan dari Kementerian Kesehatan bukan lagi '4 sehat 5 sempurna' dengan susu, tetapi pada kampanye terbaru lewat 'Isi Piringku', dokter Ray menekankan bahwa di dalamnya masih termasuk susu.

"Konsep Isi Piringku itu supaya nutrisi karbohidrat, protein, lemak dapat dari makanan padat dulu. Tapi konsep itu tidak mengeliminasi susu. Dalam kategori protein hewani itu salah satunya susu," jelasnya.

Namun disayangkan, menurut dokter Ray, kebanyakan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mendapat kecukupan nutrisi  terutama zat gizi mikro. Hal itu terlihat dari masih tingginya angka anemia pada anak juga kasus stunting. 

Padahal, meskipun anak terlihat lincah dan aktif, tetapi anemia bisa menyebabkan pertumbuhan otaknya jadi tidak optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menurunkan kecerdasan anak.

"Risetnya, ternyata anak-anak yang di bawah usia 5 tahun mengalami anemia, begitu diteliti ke depannya mereka prestasi akademisnya anjlok dan begitu masuk ke dunia kerja jadi buruh aja, karena memang tumbuh kembang otaknya tidak maksimal," jelas dokter Ray.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu-ibu Curi Susu Formula Terekam CCTV, Dikempiskan Dan Dimasukkan Baju

Ibu-ibu Curi Susu Formula Terekam CCTV, Dikempiskan Dan Dimasukkan Baju

Bali | Selasa, 31 Mei 2022 | 18:10 WIB

Jangan Pernah Memberi Susu Sapi Murni ke Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Alasannya

Jangan Pernah Memberi Susu Sapi Murni ke Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Alasannya

Health | Sabtu, 28 Mei 2022 | 21:12 WIB

Tak Punya Kembalian Rp1.000 Padahal Sudah Jam 11 Malam, Kisah Kakek Pedagang Susu Ini Bikin Warganet Prihatin

Tak Punya Kembalian Rp1.000 Padahal Sudah Jam 11 Malam, Kisah Kakek Pedagang Susu Ini Bikin Warganet Prihatin

Lifestyle | Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:05 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×