facebook

Jangan Pernah Memberi Susu Sapi Murni ke Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Alasannya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Jangan Pernah Memberi Susu Sapi Murni ke Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Alasannya
Ilustrasi bayi menangis (istockphoto.com)

Meski susu formula bayi juga terbuat dari susu sapi, produsen telah menghilangkan proteinnya dan mengubah formulanya.

Suara.com - American Academy of Pediatrics (AAP) mengimbau bayi di bawah 12 bulan harus minum ASI atau susu formula, bukan susu sapi murni.

Menurut direktur Divisi Neonatiologi di Rumah Sakit Anak Cincinnati, Jae Kim, susu sapi mengandung protein yang sulit dicerna bayi.

Susu sapi juga kurang vitamin dan mineral penting, seperti zat besi, yang sangat dibutuhkan bayi untuk perkembangan dan pertumbuhannya.

Meski susu formula bayi juga terbuat dari susu sapi, produsen telah menghilangkan protein dan mengubahnya, lalu menambahkan bahan penting lainnya.

Baca Juga: Merokok Meredakan Stres Berkaitan dengan Menyusu saat Bayi

"Formula bayi sangat berbeda dari susu yang Anda minum," kata Kim, dilansir Live Science.

Jangan minum susu mentah yang baru diperas dari sapi, ini bahayanya. (Shutterstock)
Jangan minum susu mentah yang baru diperas dari sapi (Shutterstock)

Usus, ginjal, dan sistem kekebalan bayi membutuhkan waktu untuk matang terlebih dahulu sebelum dapat dengan menolerir jenis dan jumlah protein baru yang ditemukan dalam susu sapi murni.

"Konsentrasi tinggi protein dan mineral yang ditemukan dalam susu sapi dapat membuat ginjal bayi yang baru lahir stres dan menyebabkan penyakit parah seperti panas, demam atau diare," menurut AAP.

Karenanya, mereka sanagat menganjurkan orang tua untuk tidak memberi anak mereka susu sapi sebelum berusia satu tahun.

Meski sebagian besar bayi di atas 6 bulan akan terlihat baik-baik saja saat minum susu sapi murni, tetapi protein asing dapat menyebabkan peradangan melalui respons alergi pada beberapa bayi.

Baca Juga: Melihat Hamparan Pasir Putih Dan Bayi Hiu di Pulau Tinabo

"Respons alergi itu dapat menyebabkan peradangan pada usus bayi atau pendarahan mikroskopis di lapisan usus mereka," imbuh Kim.

Kekurangan kandungan zat besi dalam susu sapi juga dapat menyebabkan anemia.

"Secara keseluruhan, itu dapat menyebabkan bayi menjadi tidak sehat atau tidak berkembang," tandas Kim.

Komentar