Jangan Dibiarkan, Bidan Sebut Tangisan Bayi Bisa Jadi Pertanda Kondisi Serius!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2022 | 14:57 WIB
Jangan Dibiarkan, Bidan Sebut Tangisan Bayi Bisa Jadi Pertanda Kondisi Serius!
Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang bidan mengungkapkan bahwa tangisan bayi Anda yang tak kunjung berhenti bisa merupakan tanda dari kondisi serius. Piroska Cavell, bidan di NHS trust di Inggris ini telah membantu kelahiran ratusan bayi selama 10 tahun berkarir.

Ia yang sekarang bekerja di klinik kesehatan, Clinic Sese, di Whitstable, Kent, mengatakan bahwa tangisan bayi ketika lahir mengindikasikan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja.

"Sejak mereka lahir, bayi harus beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim, di luar kehangatan, perlindungan dan keamanan tubuh ibu," kata Piroska dikutip dari The Sun.

Paru-paru mereka mulai aktif ketika terpapar udara dan tangisan pertama bayi itu berfungsi mengeluarkan cairan di paru-paru dan membantunya mengembang agar berfungsi dengan baik.

Meskipun bayi menangis merupakan hal yang lumrah, Anda mungkin perlu sedikit khawatir bila tangisan bayi tidak berhenti selama berjam-jam.

Ilustrasi bayi menangis (istockphoto.com)
Ilustrasi bayi menangis (istockphoto.com)

Piroska mengatakan Anda sebagai seorang ibu akan memiliki naluri yang bisa membaca tangisan bayi Anda menggambarkan perasaan yang normal bagi mereka atau tidak.

"Tangisan bayi ini bisa berupa suara tangis bernada tinggi, rengekan, serak, terengah-engah atau disertai suara siulan hooping yang semuanya merupakan indikasi ada sesuatu yang tidak beres," kata Piroska.

Saat itu, Anda bisa memeriksa suhu tubuh bayi, ingat kembali frekuensi menyusuinya normal atau tidak, dan seberapa banyak mereka ganti popok yang menggambarkan mereka terhidrasi atau tidak.

Anda juga harus memperhatikan bayi terlihat lebih waspada dari biasanya atau justru lebih lesu. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa langsung meminta pertolongan medis.

NHS mengatakan orangtua harus selalu mempercayai instingnya mengenai kondisi bayinya sendiri. Karena, sejatinya seorang ibu akan lebih mengenal anaknya sendiri daripada orang lain.

Umumnya, bayi menangis karena membutuhkan asupan makanan, perlu ganti popok atau hanya sekadar membutuhkan pelukan ibu.

"Tapi, Anda jangan terlalu memanjakan bayi dengan cara memeluknya. Bagian otaknya itu belum berkembang. Hal ini berkaitan dengan ikatan dan memperkuat keamanan untuk bayi Anda," jelasnya.

Beberapa orang juga percaya membiarkan bayi menangis merupakan salah satu teknik mengasuh anak. Cara ini bisa membantu mereka belajar menenangkan diri dan mengatasi emosinya.

Salah satu penelitian terbaru, oleh Universitas Warwick, menemukan membiarkan bayi menangis tidak berdampak pada perkembangan perilaku atau keterikatan mereka dengan ibu, cara ini justru membantu mereka mengembangkan pengendalian diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Tahu, 5 Hal yang Harus Dikuasai Ayah Baru pada Anak Baru Lahir

Wajib Tahu, 5 Hal yang Harus Dikuasai Ayah Baru pada Anak Baru Lahir

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 10:34 WIB

Nyesek Lihatnya! Ekonomi Sulit, Ayah Terpaksa Ajak Bayinya yang Baru Lahir Tidur di Emperan Toko

Nyesek Lihatnya! Ekonomi Sulit, Ayah Terpaksa Ajak Bayinya yang Baru Lahir Tidur di Emperan Toko

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 11:02 WIB

Ibu ini Suapkan MPASI Dini ke Bayi Umur 2 Bulan, Publik Jengah dan Geram: Kasihan Anaknya

Ibu ini Suapkan MPASI Dini ke Bayi Umur 2 Bulan, Publik Jengah dan Geram: Kasihan Anaknya

Hits | Selasa, 07 Juni 2022 | 17:40 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB