9 Penyebab Penyakit Kista pada Wanita, Genetik Bukan Satu-satunya Pemicu

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Sabtu, 18 Juni 2022 | 15:37 WIB
9 Penyebab Penyakit Kista pada Wanita, Genetik Bukan Satu-satunya Pemicu
Ilustrasi Penyebab Penyakit Kista pada Wanita. (Elements Envato)

Suara.com - Kista merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Meski demikian, artikel kali ini akan lebih fokus pada apa penyebab penyakit kista pada wanita sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan kaum hawa atas penyakit tersebut.

Kista sendiri adalah benjolan berisi cairan kental, yang juga disebut dengan tumor. Ketika diraba benjolan ini terasa seperti balon berisi cairan. Kista bisa tumbuh di mana saja, baik di tubuh bagian luar atau organ tubuh bagian dalam.

Lalu apa penyebab penyakit kista pada wanita?

Penyebab Penyakit Kista pada Wanita

Ada sederet penyebab yang bisa membuat seorang wanita mengalami kista di tubuhnya. Dalam daftar singkat berikut penyebabnya.

  1. Kondisi genetik
  2. Tumor
  3. Infeksi
  4. Kelainan perkembangan embrio
  5. Cedera
  6. Parasit yang menempel
  7. Penyempitan saluran tubuh
  8. Cacat pada sel
  9. Kondisi inflamasi kronis

Penyebab ini sebenarnya wajib dideteksi sedini mungkin dengan pemeriksaan oleh dokter ahli. Dengan mengetahui penyebabnya, perawatan pada kista bisa dilakukan secara tepat sehingga diperoleh hasil penyembuhan yang optimal.

Ilustrasi sakit perut, gejala usus buntu (Freepik)
Ilustrasi Penyebab Penyakit Kista pada Wanita. (Freepik)

Ketahui Juga Faktor Risiko Kista

Pada wanita, beberapa faktor risiko juga bisa meningkatkan potensi kista dialami oleh seseorang.

  • Usia, wanita pada usia di atas pubertas dan menopause memiliki resiko terbesar dalam menderita kista di bagian ovarium. Hal ini dipicu karena periode menstruasi yang dialami secara rutin, dan terkadang memicu munculnya benjolan akibat penyumbatan saluran dan sebagainya.
  • Sindrom ovarium polikistik, sindrom ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon untuk folikel di dalam ovarium untuk melepaskan sel telur. Akibatnya, muncullah benjolan folikel di bagian dalam.
  • Kemoterapi dengan tamoxifen, wanita yang mengidap kanker payudara dan pernah menjalani kemoterapi dengan tamoxifen memiliki risiko munculnya benjolan di ovarium lebih tinggi.
  • Obat penyubur kandungan, obat ini sering digunakan untuk membantu ovulasi. Karena mempengaruhi keseimbangan hormon, penggunaan obat ini juga meningkatkan risiko kista.
  • Endometriosis, terjadi saat bagian di jaringan yang melapisi rahim terbentuk di bagian luar rahim. Benjolan akan muncul dan bisa berisi darah atau cairan lain.

Itu tadi, beberapa penyebab penyakit kista dan faktor risiko yang meningkatkan potensi terjadinya kista. Semoga menjadi bacaan singkat yang bermanfaat, dan selamat menjalankan aktivitas Anda selanjutnya.

Baca Juga: Di Tengah Penyakit yang Diderita Ruben Onsu, Sarwendah Tan Juga Idap Kista di Batang Otak

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI