10 Penyebab Epilepsi Kambuh, Salah Satunya Terkait Nyala Lampu

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 18 Juni 2022 | 16:13 WIB
10 Penyebab Epilepsi Kambuh, Salah Satunya Terkait Nyala Lampu
Ilustrasi daftar penyebab epilepsi kambuh. (Pixabay)

Suara.com - Pernahkah Anda mengetahui mengenai keadaan epilepsi? Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat, ketika aktivitas otak menjadi tidak normal dan memicu gejala kejang atau perilaku tidak biasa hingga bahkan kehilangan kesadaran. Ada beberapa penyebab epilepsi kambuh bahkan setelah ditangani atau diberikan pengobatan.

Kambuhnya epilepsi sendiri bisa dipicu beberapa kondisi atau pola tertentu, yang biasanya dikenali pengidap epilepsi atau orang-orang terdekatnya. Untuk mendapatkan gambaran mengenai penyebab epilepsi kambuh, Anda bisa simak di bawah ini.

Faktor Penyebab Epilepsi Kambuh

Seperti yang disebutkan sebelumnya, epilepsi bisa dipicu oleh beberapa kondisi atau keadaan spesifik. Faktor ini mungkin saja akan berbeda dari satu pengidap dengan pengidap lain, sehingga wajib dicermati benar sehingga dapat dikenali dan dideteksi dengan cepat saat epilepsi akan kambuh.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Melewatkan jam minum obat
  2. Stres berlebihan
  3. Melewatkan jadwal makan, eberefek pada kadar gula darah rendah
  4. Lampu yang terlalu terang atau berkedip
  5. Saat mengalami demam
  6. Waktu tertentu, bisa pagi atau malam hari
  7. Kondisi kurang tidur dan kelelahan
  8. Konsumsi alkohol, obat-obatan, atau narkotika
  9. Makanan tertentu dengan kadar kafein berlebih
  10. Bisa berkaitan dengan menstruasi yang dialami atau perubahan hormon lain yang masif

Meski demikian, ada pula kondisi dimana epilepsi kambuh tanpa pemicu yang jelas atau bahkan kombinasi beberapa faktor pemicu yang ada di atas tadi.

Kejang-kejang karena syok sepsis. (Shutterstock)
Ilustrasi epilepsi kambuh. (Shutterstock)

Lalu Bagaimana Cara Mengendalikannya?

Meski sulit diprediksi kapan epilepsi akan kambuh, namun hal ini bisa cukup dikendalikan dengan cara-cara yang sudah direkomendasikan dokter.

  • Pertama, dengan konsumsi obat yang telah diresepkan dokter sesuai dosis dan tepat waktu. Obat ini bisa membantu tubuh tetap stabil saat beraktivitas sehingga kejang tidak serta merta kambuh.
  • Kedua, menghindari pemicu kejang jika sudah diketahui. Hal ini akan cukup efektif untuk membantu mengendalikan dan meminimalisir risiko terjadinya kambuh.
  • Ketiga, rutin melakukan kontrol kesehatan pada dokter yang dipercaya. Kontrol rutin ini dapat membantu memonitor perkembangan kondisi dan epilepsi yang dialami, sehingga penanganan lebih lanjut bisa diberikan dengan tepat.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai faktor penyebab epilepsi kambuh dan cara mengendalikannya. Semoga artikel ini bisa berguna, dan selamat melanjutkan aktivitas Anda.

baca juga

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epilepsi Pria di Mengwi Kambuh Saat Timba Air, Tubuhnya Langsung Jatuh ke Sumur

Epilepsi Pria di Mengwi Kambuh Saat Timba Air, Tubuhnya Langsung Jatuh ke Sumur

Bali | Sabtu, 18 Juni 2022 | 10:39 WIB

Kenali Gejala dan Penyebab Epilepsi, Jangan Panik dan Tetap Tenang

Kenali Gejala dan Penyebab Epilepsi, Jangan Panik dan Tetap Tenang

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 19:01 WIB

Kenali 5 Penyebab Epilepsi pada Anak dan Dewasa, Ini Perbedaannya dengan Kejang

Kenali 5 Penyebab Epilepsi pada Anak dan Dewasa, Ini Perbedaannya dengan Kejang

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 15:36 WIB

Terkini

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:28 WIB

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB

6 Cara Memilih Helm Motor yang Sesuai dengan Standar Keselamatan SNI

6 Cara Memilih Helm Motor yang Sesuai dengan Standar Keselamatan SNI

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:15 WIB

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:09 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

×