Dukung Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis, WHO: Investasi Penelitian Vaksin Perlu Ditingkatkan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 22 Juni 2022 | 03:05 WIB
Dukung Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis, WHO: Investasi Penelitian Vaksin Perlu Ditingkatkan
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung penelitian vaksin Tuberkulosis sebagai salah satu upaya penanggulangan penyakit yang membebani dunia.

Diungkap Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, diperlukan investasi negara G20 untuk mendanai program penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB).

"Saya berterima kasih atas perhatian G20 terhadap TB dan resistensi antimikroba, manufaktur lokal, dan perlunya pendekatan One Health karena gangguan sistem kesehatan," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berpidato di agenda The 1st Health Ministers Meeting (HMM) di Hotel Marriot Yogyakarta.

Selama pandemi COVID-19, kata Tedros, TB menjadi penyakit yang tetap ada di tengah masyarakat.

"Sejak tahun lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, tren ini membutuhkan investasi dalam negeri dengan dukungan internasional untuk memperluas akses ke layanan pencegahan, diagnostik, dan pengobatan," katanya.

Selain itu, investasi juga dibutuhkan dalam penelitian vaksin yang efektif serta terjangkau, diagnostik perawatan yang cepat serta terjangkau, kata Tedros menambahkan.

WHO menyorot resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) atau kondisi saat virus TB mengalami perubahan, sehingga kebal terhadap obat-obatan yang diberikan. Jika dibiarkan, risiko penyebaran penyakit dan kematian menjadi semakin tinggi.

Menurut Tedros WHO sedang mendorong pengembangan vaksin TB terbaru untuk mengatasi kondisi tersebut. "WHO juga menghargai fokus G20 pada resistensi antimikroba dan kami berharap dapat mendiskusikan topik ini dengan G20," katanya.

Tedros mengatakan WHO bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food Agriculture Organization/FAO) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Organization for Animal Health/WOAH) untuk mewujudkan pendekatan One Health atau keharmonisan manusia, hewan, dan lingkungan.

Baca Juga: WHO: Biaya untuk Perkuat Keamanan Kesehatan Global Tembus Rp 459 Triliun Setahun

"One Health adalah salah satu prinsip panduan dari perjanjian internasional baru untuk pandemi, pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons yang sedang dirundingkan oleh negara-negara anggota," katanya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI