facebook

Wabah PMK Jangan Sampai Ganggu Hari Raya Iduladha, Kementan Ungkap SOP Pemotongan Hewan Kurban yang Halal dan Sehat

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan
Wabah PMK Jangan Sampai Ganggu Hari Raya Iduladha, Kementan Ungkap SOP Pemotongan Hewan Kurban yang Halal dan Sehat
Petugas DKPP Bantul memeriksa sapi yang ada di Dagan, Murtigading, Sanden pada Rabu (18/5/2022). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia kian menghkawatirkan. Pemerintah meningkatkan kewaspadaan adanya situasi wabah PMK dalam perayaan Iduladha.

Suara.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia kian menghkawatirkan. Berdasarkan situs Siagapmk, hingga hari ini Minggu (26/06/2022) jumlah kasus hewan yang belum sembuh mencapai 178.624.

Sementara itu, hewan ternak yang telah mendapatkan vaksinasi sebanyak 20.275 ekor. Banyaknya kasus yang ada serta vaksinasi yang belum merata menjadi perhatian banyak masyarakat, apalagi dalam kondisi menjelang perayaan Iduladha.

Dokter Hewan sekaligus Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin mengatakan, pihak pemerintah meningkatkan kewaspadaan adanya situasi wabah PMK dalam perayaan Iduladha.

Menurutnya, hal ini karena proses pemotongan dan penjualan hewan kurban dapat menjadi risiko dalam pengembangan PMK sebagai berikut.

Baca Juga: Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Marak Jelang Iduladha, Dokter Hewan Ungkap Gejala, Penyebab, Hingga Pencegahannya

Salah satu pedagang sapi di wilayah Kulon Progo sedang memberi makan untuk ternaknya, Rabu (1/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Salah satu pedagang sapi di wilayah Kulon Progo sedang memberi makan untuk ternaknya, Rabu (1/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Adanya peningkatan lalu lintas atau perpindahan hewan ternak dari yang tertular ke daerah yang bersih dari PMK akibat pernjualan hewan kurban.
Tempat penjualan maupun pemotongan hewan kurban dapat menjadi risiko penularan penyebaran virus dan dapat menyebarkan ke ternak lainnya.

Sebab adanya risiko tersebut, Nuryani mengatakan, pemerintah menetapkan kebijakan yang diatur dalam SE Mentan no.3/2022 mengenai SOP pelaksaan kurban tahun ini. SOP pelaksanaan kurban itu sendiri meliputi hal-hal berikut.

Tempat penjualan hewan kurban

Untuk tempat penjualan hewan kurban terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya.

  1. Mendapat izin pemerintah daerah setempat.
  2. Lahan yang disediakan memiliki cukup tempat serta diberi pagar agar hewan tidak berkeliaran.
  3. Adanya tempat fasilitas penampungan limbah.
  4. Adanya fasilitas dan bahan untuk tindakan pembersihan dan disinfektan.
  5. Ada ruang untuk isolasi hewan yang sakit.
  6. Tersedia tempat pemotongan hewan yang tidak bisa berdiri atau tidak bisa disembuhkan.
  7. Hewan yang diperjualbelikan harus didampingi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertifikat Veteriner (SV) dari daerah asal.

Panduan berkurban

Baca Juga: Panduan Lengkap Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban

Sebab wabah PMK yang sedang merebak di berbagai daerah, untuk pemotongan hewan kurban juga memiliki SOP sebagai berikut.

Komentar