Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Marak Jelang Iduladha, Dokter Hewan Ungkap Gejala, Penyebab, Hingga Pencegahannya

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:19 WIB
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Marak Jelang Iduladha, Dokter Hewan Ungkap Gejala, Penyebab, Hingga Pencegahannya
Ilustrasi hewan ternak terancam penyakit mulut dan kuku. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

Suara.com - Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) menjadi perhatian karena menyerang berbagai hewan ternak berkuku genap, khususnya sapi, kerbau, kambing, dan domba, menjelang Hari Raya Iduladha.

PMK sendiri disebabkan virus RNA dari genus Apthovirus, famili Picornaviridae. Virus ini sendiri dapat membuat hewan ternak menjadi lemah, mengalami beberapa lepuh pada bagian mulut dan kaki, bahkan menyebabkan kematian.

Dokter Hewan sekaligus Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin mengatakan, terdapat beberapa gejala yang dapat dilihat jika hewan ternak mengalami PMK, di antaranya sebagai berikut:

  • Demam
  • Lesu
  • Hilangnya nafsu makan hewan
  • Air liur yang berlebih
  • Adanya lepuh yang berisi cairan atau luka pada lidah, gusi, dan kuku
  • Hewan mengalami pincang atau sulit berjalan
Seorang petugas kesehatan hewan dari FKH UGM sedang mencatat kondisi ternak terkena PMK dan dalam masa pengobatan, di salah satu kandang ternak milik warga, Rabu (22/6/2022). (kontributor/uli febriarni)
Seorang petugas kesehatan hewan dari FKH UGM sedang mencatat kondisi ternak terkena PMK dan dalam masa pengobatan, di salah satu kandang ternak milik warga, Rabu (22/6/2022). (kontributor/uli febriarni)

Tidak hanya itu, Nuryani menuturkan, penularan virus ini sendiri bisa terjadi karena ekskresi dan sekresi yang dikeluarkan oleh hewan itu.

“Hewan yang tertular akan mengeluarkan virus pada semua ekskresi dan sekresi seperti pada cairan vesikel, air liur, susu, urin, dan feses,” ucap Nuryani, Minggu (26/06/2022).

Penularan PMK sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti di bawah ini.

  1. Adanya kontak langsung antara hewan yang sakit dan sehat. Hal ini akan membuat hewan yang sehat dengan mudah tertular PMK.
  2. Penularan berdasarkan kontak tidak langsung, seperti kontak dengan orang yang menyentuh hewan sakit, melalui sepatu, suntikan, inseminasi buatan (IB), dan kendaraan yang terkontaminasi.
  3. Produk hewan yang sakit seperti daging dan susu.
  4. Penularan melalui udara.

Nuryani mengungkapkan, sejauh ini PMK tidak mudah menular ke manusia. Bahkan, jika virus ini menular ke manusia, itu tidak akan menular ke orang lain. Namun, manusia dapat menjadi pembawa virus di antara hewan.

“Sejauh ini tidak mudah menular ke manusia, tetapi manusia bisa berperan sebagai pembawa penyakit, biasanya ada pada pakaian, sepatu, tangan, atau pada saluran pernapasan,” ucapnya.

Untuk pencegahan PMK sendiri terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Beberapa pencegahan yang dilakukan di antaranya sebagai berikut.

baca juga
  1. Melakukan isolasi (karantina) kepada hewan yang sakit dan terkontaminasi
  2. Membatasi pergerakan lalu lintas ternak dan produk yang dihasilkan.
  3. Membersihkan perlengkapan di peternakan dengan disinfektan yang berisiko tinggi menjadi penyebab penularan.
  4. Melakukan vaksinasi kepada hewan agar terlindung dari PMK.
  5. Memperketat tindakan biosekuriti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Isu Pratikno Mundur Kembali Berembus, Mensesneg: Sakit Aja Nggak

Isu Pratikno Mundur Kembali Berembus, Mensesneg: Sakit Aja Nggak

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024

Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tekan Biaya Produksi, Pemerintah Resmi Beri Bea Masuk 0 Persen untuk Sektor Ini

Tekan Biaya Produksi, Pemerintah Resmi Beri Bea Masuk 0 Persen untuk Sektor Ini

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:11 WIB

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:22 WIB

Ajak Istri dan Anak Kunker Ke New York, Apakah Menteri PU Langgar Aturan Menkeu?

Ajak Istri dan Anak Kunker Ke New York, Apakah Menteri PU Langgar Aturan Menkeu?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:41 WIB

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:12 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:48 WIB

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Melacak iPhone yang Hilang? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini

Bagaimana Cara Melacak iPhone yang Hilang? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 17:13 WIB

Gelar Doa Bersama, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Sebagai Pahlawan Pers

Gelar Doa Bersama, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Sebagai Pahlawan Pers

News | Senin, 21 September 2026 | 17:11 WIB

IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.300, BBCA Anjlok

IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.300, BBCA Anjlok

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 17:02 WIB

Beredar Kabar OTT di Bolaang Mongondow Utara, KPK: Kami Cek Dulu

Beredar Kabar OTT di Bolaang Mongondow Utara, KPK: Kami Cek Dulu

News | Senin, 21 September 2026 | 17:01 WIB

Lydia Loves Bugs: Ketika Serangga Menjadi Sahabat Favorit Anak

Lydia Loves Bugs: Ketika Serangga Menjadi Sahabat Favorit Anak

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:00 WIB

Program MBG Dibenahi, Suahasil Soroti Kinerja BGN

Program MBG Dibenahi, Suahasil Soroti Kinerja BGN

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:00 WIB

Gandeng Apple, Video Musik 'New Trick' Ros Resmi Dirilis Sebelum Album Kedua

Gandeng Apple, Video Musik 'New Trick' Ros Resmi Dirilis Sebelum Album Kedua

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Pejabat Bea Cukai Makin Tajam, Tak Cuma Sibuk Tindak Pelanggaran

Menkeu Suahasil Pejabat Bea Cukai Makin Tajam, Tak Cuma Sibuk Tindak Pelanggaran

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:56 WIB

Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta

Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 16:51 WIB

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:49 WIB

×