Bintik Hitam di Otak Bikin Ruben Onsu Kekurangan Darah, Gara-gara Penyakit Apa Ya?

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:19 WIB
Bintik Hitam di Otak Bikin Ruben Onsu Kekurangan Darah, Gara-gara Penyakit Apa Ya?
Tangis Ruben Onsu ceritakan kondisinya yang sakit [YouTube: Trans TV]

Suara.com - Ruben Onsu kembali memberikan kabar duka. Ia mengungkap hasil pemindaian otak atau MRI, yang menunjukan di otaknya terdapat bintik hitam yang disebut lesi otak.

Suami Sarwendah itu menganalogikan jika ada bercak di bagian kepala membuatnya kekurangan darah rutin. Sehingga Ruben harus rutin memeriksa kesehatan secara berkala per tiga minggu.

"Sebelumnya aku ada MRI, emang ada beberapa yang harus ditelaah lebih jauh. Ada bintik-bintik di bagian otak yang katanya otak kalau sama darah serakah. Kalau masuk darah, nyerapnya lebih banyak. Jadi kalah sama yang ada di tubuh. Jadi lebih banyak keserap di otak," ungkap Ruben di acara Brownis pada Senin (27/6/2022).

Mengutip Cleveand Clinic, lesi otak adalah salah satu tanda kerusakan otak yang bisa terjadi di bagian otak manapun.

Tangkapan layar Ruben Onsu memberikan selamat kepada putranya yang dapat penghargaan. (Instagram/@theonsufamily)
Tangkapan layar Ruben Onsu memberikan selamat kepada putranya yang dapat penghargaan. (Instagram/@theonsufamily)

Lesi bisa muncul karena penyakit, trauma atau cacat lahir. Tapi lesi otak juga bisa muncul di sebagian besar jaringan otak.

Bisanya lesi ini juga tidak menimbulkan gejala apapun bagi penderitanya, tapi jika sudah memburuk biasanya akan membuat gejala semakin terlihat.

Lesi otak juga bisa dipicu oleh berbagai hal seperti penuaan, riwayat keluarga dengan lesi otak, masalah pembuluh darah seperti stroke, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau aneurisma arteri serebral. dan trauma pada otak.

Infeksi bakteri atau kuman berbahaya yang menyebabkan meningitis dan peradangan otak ensefalitis juga bisa menyebabkan lesi.

Termasuk juga tumor yang berkembang dan bermetastasis atau menyebar bisa menyebabkan lesi, hingga autoimun seperti lupus berkontribusi terjadinya lesi otak.

Baca Juga: Gemas! Dua Kakek Duduk Lesehan di Depan Toko sambil Mainkan Permainan Tradisional

Gejala yang paling umum terjadi karena lesi otak sudah memburuk seperti sakit kepala tiba-tiba, mual, muntah, gerakan terganggu dan keterampilan motorik.

Ada juga gejala kurang konsentrasi, keterlambatan bicara, hingga menggerakan bagian tubuh yang tidak disengaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI