facebook

Doyok Alami Stroke Ringan akibat Tekanan Darah Tinggi, Ada Hubungannya?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Doyok Alami Stroke Ringan akibat Tekanan Darah Tinggi, Ada Hubungannya?
komedian Doyok. [Instagram/doyok178]

Doyok tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut karena tidak pernah kontrol kesehatan.

Suara.com - Pelawak senior Doyok mengungkap bahwa empat bulan lalu ia sempat mengalami stroke ringan dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional selama satu minggu.

Doyok menyadari bahwa dirinya terkena stroke ringan ketika salah satu tangannya melengkung kaku dan tidak bisa digerakkan.

"Ketahuannya di rumah, bangun tidur tangan udah ngampleh," kata Doyok saat berbincang dengan Deddy Corbuzier di Podcast Close The Door, Rabu (29/6/2022).

Pria 67 tahun ini mengatakan, stroke ringan yang dialaminya dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi yang diidapnya. Namun, Doyok tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut karena tidak pernah kontrol.

Baca Juga: Kenali Faktor Risiko Stroke Ringan, Kondisi yang Diam-Diam Dialami Pelawak Doyok

Pelawak Doyok saat melayat ke rumah Eko DJ, Jalan Taman Malaka Selatan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (28/3/2017)  [suara.com/Ismail]
Pelawak Doyok saat melayat ke rumah Eko DJ, Jalan Taman Malaka Selatan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (28/3/2017) [suara.com/Ismail]

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko paling utama untuk stroke. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah secara teratur berada di atas 140/90, menurut Stroke Foundation.

Sementara, stroke terjadi ketika pembuluh darah ke otak menyempit atau tersumbat oleh gumpalan (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik).

Tekanan darah tinggi memberi tekanan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk arteri yang menuju ke otak. Jika ini terjadi, jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga sirkulasi darah tetap berjalan.

Hipertensi dapat menyebabkan stroke dalam beberapa cara, antara lain:

  • merusak dinding pembuluh darah dan membuatnya lebih lemah
  • mempercepat bentuk umum penyakit jantung
  • menyebabkan pembekuan darah atau plak di dinding arteri pecah dan memblokir arteri otak.

Karenanya, penting untuk mengelola tekanan darah tinggi untuk mengurangi risiko stroke.

Baca Juga: Doyok Sempat Kena Stroke, Ketahui Metode Tes FAST untuk Cegah Dampak Buruk Jangka Panjang

Komentar