Peneliti Menyarankan Kita Semua untuk Mulai Menyimpan Tinja di Bank: Buat Apa?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 02 Juli 2022 | 11:40 WIB
Peneliti Menyarankan Kita Semua untuk Mulai Menyimpan Tinja di Bank: Buat Apa?
Ilustrasi sulit buang air besar. [Shutterstock]

Suara.com - Ilmuwan masih mencari tahu manfaat dari transplantasi tinja selain untuk pengobatan infeksi Clostridioides difficile (CDI) dan penyakit radang usus (IBD).

Selain itu, peneliti juga memperkirakan bahwa mengembangkan sistem untuk transplantasi tinja (FMT) autologus dapat mengatasi masalah seperti ketidakcocokan antara donor dan penerima.

Transplantasi tinja (FMT) autologus merupakan metode transplantasi di mana pendonor dan penerima adalah orang yang sama, menurut Science Alert.

Namun untuk melakukan itu semua, kita perlu mengumpulkan sampel tinja banyak orang ketika masih muda dan sehat, dan menyimpannya untuk digunakan di masa depan di fasilitas kriopreservasi, jika pasien nantinya membutuhkan transplantasi.

Kriopreservasi merupakan salah satu teknologi penyimpanan sel melalui pembekuan dalam upaya penyedianaan stok sel untuk jangka panjang.

Ilustrasi Buang Air Besar (freepik)
Ilustrasi Buang Air Besar (freepik)

Jadi, peneliti menyarankan kita untuk menyimpan feses di bank, kalau-kalau nanti kita perlu melakukan penarikan.

"Secara konseptual, ide bank tinja untuk FMT autologus mirip dengan orang tua menyimpan darah tali pusat bayi untuk memungkinkan penggunaan di masa depan," kata ahli biologi sistem Yang-Yu Liu dari Universitas Harvard.

Menurutnya, ada kemungkinan penggunaan sampel tinja jauh lebih tinggi daripada sampel tali pusat.

Bank tinja pertama di dunia adalah OpenBiome, yang dibuka di Somerville, Massachusetts pada 2012.

baca juga

Sejak itu, sejumlah fasilitas serupa telah dibuka di seluruh dunia. Namun, sebagian besar biasanya menyimpan sampel tinja untuk FMT heterolog daripada transplantasi autologus.

Meski begitu, memang ada banyak masalah yang harus dihadapi terkait penyimpanan tinja di bank, termasuk bagaimana menyimpannya secara aman dalam kriopreservasi jangka panjang.

Tetapi jika tantangan tersebut dapat diatasi, kita dapat melihat visi baru untuk pengobatan medis di masa depan.

"FMT autologus memiliki potensi untuk mengobati penyakit autoimun seperti asma, multiple sclerosis, penyakit radang usus, diabetes, obesitas, dan bahkan penyakit jantung dan penuaan," tandas ahli epidemiologi Scott T. Weiss dari Universitas Harvard.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kadir Pasang Ring setelah Pengobatan Alternatif Tidak Menyembuhkannya dari Serangan Jantung

Kadir Pasang Ring setelah Pengobatan Alternatif Tidak Menyembuhkannya dari Serangan Jantung

Health | Kamis, 30 Juni 2022 | 10:08 WIB

Dilema Legalisasi Ganja di Indonesia, Ini Tanggapan Masyarakat Kalimantan Barat

Dilema Legalisasi Ganja di Indonesia, Ini Tanggapan Masyarakat Kalimantan Barat

Kalbar | Rabu, 29 Juni 2022 | 20:53 WIB

Kemenkes Akan Segera Terbitkan Regulasi Tanaman Ganja untuk Medis

Kemenkes Akan Segera Terbitkan Regulasi Tanaman Ganja untuk Medis

Kalbar | Rabu, 29 Juni 2022 | 19:26 WIB

Terkini

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

×