facebook

Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid
Ilustrasi penderita long Covid (Shutterstock)

Partikel virus SARS-CoV-2 bisa secara langsung menargetkan sel endotel, yang melapisi dinding pembuluh darah dan jantung.

Suara.com - Long Covid masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Hingga kini, mereka masih melakukan berbagai penelitian untuk mengetahui lebih jauh kondisi yang dialami penyintas infeksi virus corona tersebut.

Baru-baru ini, penelitian dari St. Joseph's Health Care London menemukan sumber masalah pernapasan pada penderita long Covid.

"Temuan ini memungkinkan kami untuk menunjukkan bahwa ada dampak fisiologis pada paru-paru (pasien) yang berkolerasi dengan gejala mereka," kata ahli pernapasan Michael Nicholson, dilansir Science Alert.

Melalui hasil MRI, peneliti menemukan transisi oksigen ke dalam sel darah merah tertekan di paru-paru penderita long Covid.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: EMA Ingin Ada Vaksin Booster Khusus Varian Omicron

"Bagi pasien long Covid, bahkan jika mereka tidak mengalami infeksi yang cukup parah untuk dirawat di rumah sakit, kami melihat kelainan dalam pertukaran oksigen saat melintasi membran alveolar ke dalam sel darah merah," kata ahli biofisika Grace Parraga.

Pertukaran udara yang terganggu pada paru-paru penderita long Covid (Jurnal Radiology)
Pertukaran udara yang terganggu pada paru-paru penderita long Covid (Jurnal Radiology)

Perlu diingat bahwa Covid-19 juga penyakit pembuluh darah, tidak hanya pernapasan saja. Artinya, infeksi dapat menganggu sistem peredaran darah.

Partikel virus SARS-CoV-2 bisa secara langsung menargetkan sel endotel, yang melapisi dinding pembuluh darah dan jantung.

MRI menunjukkan adanya kerusakan pembuluh darah, hasil CT scan juga mengonfirmasi kelainan pada pembuluh darah di paru-paru.

Berikut skema dugaan penyebab masalah pernapasan pada penderita long Covid menurut peneliti:

Baca Juga: Jelang Iduladha, Satgas Covid-19 Sebut Belum Ada Perubahan Status PPKM

  • Pembuluh darah kehilangan fleksibiltasnya, sehingga mengurangi berapa banyak darah yang tersedia untuk mengikat gas xenon (yang dihirup pasien sebelum MRI).
  • Adanya pola aliran darah baru karena perubahan pembuluh di bagian lain diperkirakan mengalihkan darah dari wilayah pertukaran gas.
  • Atau terjadi penyumbatan fisik yang mencegah darah mengalir ke sana.

Namun, peneliti memperingatkan bahwa ukuran sampel yang sangat kecil di studi ini membatasi kemampuan emreka untuk menggeneralisasi.

Karenanya, penting untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hal yang diketahui secara jelas dari penemuan ini adalah bahwa infeksi benar-benar dapat mengacaukan sistem peredaran darah penderita hingga menyebabkan long Covid.

Komentar