3 Teknik Pertolongan Pertama Ini Wajib Dikuasai oleh Orang Tua, Apa Saja?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 04 Juli 2022 | 18:12 WIB
3 Teknik Pertolongan Pertama Ini Wajib Dikuasai oleh Orang Tua, Apa Saja?
Ilustrasi luka bakar. [Envato]

Suara.com - Orangtua perlu mengetahui beberaps tindakan pertolongan pertama. Pengetahuan ini sangat berfungsi, terutama dalam situasi yang tidak diprediksi.

"Kami ingin semua orang, dan setiap orangtua, tahu apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat dan memiliki kepercayaan diri untuk turun tangan dan menyelamatkan hidup," kata Kepala Medis St John Ambulance, Lynn Thomas.

Kepada The Sun, Thomas menjelaskan 3 pertolongan pertama yang perlu diketahui orangtua, yakni:

1. Tersedak

Untuk bayi:

  • Baringkan bayi telungkup di paha orang dewasa dan sokong kepalanya dengan lengan.
  • Pukul pelan punggung bayi, di antara tulang belikat.
  • Balikkan dan periksa mulutnya.

Untuk anak:

  • Condongkan badan anak ke depan, pegangi bagian depan dengan satu tangan.
  • Berikan lima pukulan di antara tulang belikat.
  • Periksa mulutnya beberapa kali, tetapi jangan sampai memasukkan jari ke dalam mulut.
Ilustrasi tersedak (Dok. Elements Envato)
Ilustrasi tersedak (Dok. Elements Envato)

2. Kejang

Gejala:

  • Kehilangan atau kekurangan respons
  • Gemetar kuat, dengan tangan mengepal dan punggung melengkung
  • Tanda-tanda demam, dengan panas, kulit memerah, dan berkeringat
  • Kedutan wajah
  • Menyipitkan atau memutar mata
  • Muntah
  • Meneteskan air liur di mulut
  • Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus

Cara mengatasinya:

baca juga
  • Jauhkan dari berbahaya dan tempatkan benda seperti lunak seperti bantal atau handuk di dekat orang yang mengalaminya.
  • Jangan menahan atau memindahkan pasien kecuali mereka dalam bahaya.
  • Jangan memasukkan apa pun ke mulut.
  • Untuk anak-anak, dinginkan tubuh mereka setelah kejang selesai, misalnya dengan melepas baju. Namun jangan melakukannya secara berlebihan.
  • Setelah kejang berhenti, tempatkan mereka dalam posisi pemulihan. Jaga agar jalan napas tetap terbuka.
  • Pantau respons anak.
  • Panggil ambulans bila kejang berulang atau belanjut selama lebih dari lima menit.
  • Pasien tidak responsif selama lebih dari 10 menit.

3. Luka bakar

Tandanya:

  • Kulit merah dan bengkak
  • Nyeri di area luka bakar
  • Muncul lepuhan

Cara mengobatinya:

  • Dinginkan kuka bakar atau lepuhan dengan menahannya di air dingin yang mengalir setidaknya 20 menit atau sampai rasa sakitnya membaik.
  • Lepaskan perhiasan atau pakaian.
  • Saat luka bakar mendingin, tutupi area tersebut secara longgar.
  • Jangan memecah kulit yang melepuh dan jangan menggunakan es, krim atau gel. Produk daoat menyebabkan kerusakan dan meningkatkan risiko infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Tepat untuk Memberitahu Orangtua saat Kamu Mempunyai Pacar

3 Cara Tepat untuk Memberitahu Orangtua saat Kamu Mempunyai Pacar

Your Say | Senin, 04 Juli 2022 | 07:01 WIB

Orangtua, Yuk Kenali Arti Pola Asuh Strict Parents Beserta 10 Tanda-tandanya

Orangtua, Yuk Kenali Arti Pola Asuh Strict Parents Beserta 10 Tanda-tandanya

Health | Senin, 04 Juli 2022 | 03:15 WIB

Bukan Bikin Anak Disiplin, Ini Dampak Bahaya dari Pola Asuh Strict Parents

Bukan Bikin Anak Disiplin, Ini Dampak Bahaya dari Pola Asuh Strict Parents

Health | Minggu, 03 Juli 2022 | 20:06 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×