Bukan Bikin Anak Disiplin, Ini Dampak Bahaya dari Pola Asuh Strict Parents

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 03 Juli 2022 | 20:06 WIB
Bukan Bikin Anak Disiplin, Ini Dampak Bahaya dari Pola Asuh Strict Parents
Ilustrasi orangtua (Pexels/cottonbro)

Suara.com - Kebanyakan orangtua tentu ingin anak-anaknya meraih apa pun yang terbaik. Sehingga dalam melakukan pola asuh beberapa orangtua kerap 'memaksa' anak untuk selalu melakukan sesusai dengan yang sudah dirancang hingga membuat aturan ketat.

Pola asuh yang ketat atau strict parents bisa dialami oleh setiap anak. Meski mungkin tujuannya untuk mencegah anak jadi pembangkang dan bisa meraih prestasi terbaik, tetapi strict parents juga bisa menimbulkan dampak negatif.

Orangtua dengan pola asuh strict parents biasanya mematok prestasi akademis sebagai prioritas dan menilai efektivitas pengasuhan mereka dengan kinerja anak-anak di sekolah. Gaya strict parents mungkin saja bisa membuat anak meraih prestasi akademis, tetapi itu hanya bisa terjadi pada sebagian anak.

Dikutip dari Parenting Forbrain, sejumlah studi telah mengungkapkan kalau pola asuh strict parents lebih banyak menyebabkan kerusakan pada mental anak.

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga yang ketat cenderung tidak bahagia dan menunjukkan lebih banyak gejala depresi.

Di beberapa negara, seperti Hong Kong dan Australia, anak-anak yang dibesarkan di rumah tangga yang ketat lebih rentan terhadap upaya atau ide bunuh diri.

Meskipun beberapa orangtua berpikir bahwa pengasuhan yang ketat menghasilkan anak-anak yang berperilaku lebih baik, penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan seperti itu sebenarnya menghasilkan anak-anak yang memiliki lebih banyak masalah perilaku.

Anak-anak belajar apa yang mereka jalani dan apa yang dicontohkan orangtuanya. Ketika orangtua berupaya mengajarkan disiplin, tapi dengan cara menghukum, paksaan, ancaman, dan hukuman verbal serta keras, anak juga akan mencontoh hal serupa saat mereka marah.

Akibatnya, anak-anak belajar menjadi lebih memberontak, cepat marah, impulsif, dan agresif ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan mereka. Anak-anak juga lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko seperti melarikan diri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beasiswa Dari Seseorang Bukan Kampus, Mayang Dinyinyirin Netizen: Dibantu Mirip Donasi Sih

Beasiswa Dari Seseorang Bukan Kampus, Mayang Dinyinyirin Netizen: Dibantu Mirip Donasi Sih

Lampung | Minggu, 03 Juli 2022 | 20:03 WIB

Apa Itu Strict Parents? Ini Ciri-ciri dan Dampaknya Bagi Anak

Apa Itu Strict Parents? Ini Ciri-ciri dan Dampaknya Bagi Anak

Health | Minggu, 03 Juli 2022 | 19:52 WIB

Tragis! Ibu Dibunuh Anak Kandung Secara Keji, Pelaku Sempat Tidur Siang di Rumah Pamannya Usai Membunuh

Tragis! Ibu Dibunuh Anak Kandung Secara Keji, Pelaku Sempat Tidur Siang di Rumah Pamannya Usai Membunuh

News | Minggu, 03 Juli 2022 | 18:44 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB